Presiden Nicolas Maduro: Elon Musk Gelontorkan 1 Miliar Dolar untuk Bikin Kudeta di Venezuela
Caracas, REQNews.com -- Presiden Nicolas Maduro menuduh taipan teknologi Elon Musk 'mengivestasikan' satu miliar dolar AS, atau Rp 15,5 triliun, untuk menciptakan kudeta dan kekerasan di Venezuela pasca pemilu tahun ini.
Berbicara di program mingguan di televisi nasional, Presiden Maduro mengatakan uang itu diterima Corina Machado, pengusaha dan lawan politiknya, dan mendistribusikannya ke kelompok fasis. Menurut Maduro, pemerintah AS berada di balik semua operasi ini.
Maduro dinyatakan sebagai pemenang pemilihan umum 28 Juli oleh otoritas pemilihan nasional Venezuela. Washington menuduh Maduro curang, dan mencuri kemenangan dari kandidat opsisi Edmundo Gonzales.
Musk ikutan menuduh Maduro melakukan kecurangan. Maduro menyebut Musk sebagai musuh bebuyutan yang mengendalikan realitas virtual.
Keduanya sepakat menyelesaikan perselisihan mereka lewat perkelahian, tapi tak pernah terjadi. Musk bersumpah akan membakar kumis Maduro, sebagai tanggapan atas keputusan Maduro menangguhkan X di Venezuela.
AS memberi tekanan politik dan ekonomi kepada Venezuela, dan hanya mengakui Juan Guaido sebagai pemimpin Venezuela. Akibatnya, tokoh yang didukung AS mengajukan klain atas asset nasional Venezuela yang tersimpan di yurisdiksi Barat, termasuk saham di perusahaan minyak di AS, dan cadangan emas di Bank of England.
Tahun 2020, Musk ditantang untuk menjelaskan bagaimana dirinya dan pemerintah AS mengatur kudeta Presiden Bolivia Evo Morales untuk mengamankan tambang lithium bagi mobil listriknya. Musk menjawab; "Kami akan melakukan kudeta kepada siapa pun yang kami inginkan. Hadapi saja."
Morales digulingkan oleh kekuatan politik sayap kanan selama protes massal 2019, menyusul pemilihan presiden yang disengketakan. Kekuatan politiknya, Gerakan untuk Sosialisme, bangkit kembali dengan memenangkan pemilihan 2020 dan mengalahkan upaya kudeta militer.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
