REQNews.com

Tentara Junta Myarmar Perkosa Puluhan Perempuan di Dalam Biara

News

Tuesday, 05 November 2024 - 23:22

Kantor Polisi Indaw hancur dalam pertempuran. Foto: IrrawaddyKantor Polisi Indaw hancur dalam pertempuran. Foto: Irrawaddy

Sagaing, REQNews.com -- Lebih 20 ribu orang melarikan diri ke kotapraja Indaw di wilayah Sagaing setelah tentara junta Myanmar dan milisi Shanni Nationalisties Army (SNA) memperkosa puluhan wanita di sebuah biara.

Mengutip sejumlah penduduk yang mengungsi ke Indaw, dan kelompok perlawanan, situs Irrwaddy melaporkan sebanyak 800 penduduk ditawan di biara di wilayah Sagaing selama pertempuran sengit antara koalisi Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA), Front Demokratik Mahasiswa Burma (ABSDF), dan Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) melawan tentara junta Myanmar dan SNA yang mati-matian mempertahankan pos mereka.

Pertempuran tanpa henti berlangsung sejak 16 Agustus. Hampir setiap hari puluhan dari 800 penduduk itu berhasil melarikan diri, sehingga jumlah mereka tersisa 140 pada Jumat pekan lalu.

"Setap malam, sejak pertempuran meletus pertengahan Agustus, tentara junta dan milisi SMA memilih satu wanita untuk bersenang-senang," kata penduduk yang melarikan diri.

Wanita yang dipilih bisa siapa saja; gadis, ibu rumah tangga, atau yang ditangkap bersama keluarga. Tentara junta dan SNA juga melakukan kekerasan seksual kepada perempuan di depan keluarga mereka.

Warga yang bermukim tak jauh dari biara, tapi sekarang mengungsi, mengatakan perkosaan terjadi sejak prajurit junta menahan penduduk di biara, Agustus lalu. Indaw PDF melaporkan sedikitnya 60 wanita mengalami perkosaan dalam dua bulan terakhir.

Kabar ini menyebar ke sekujur kotapraja Indaw, yang membuat penduduk ketakutan dan mengungsi. "Sebagian besar korban perosaan kemungkinan telah melarikan diri ke berbagai arah, tapi beberapa masih berada dalam tahanan," kata Indaw PDF.

Korban perkosaan, menurut Indaw PDF, termasuk staf pemerintah rezim yang membelot dan bergabung dengan Gerakan Pembangkangan Sipil. Salah satu dari mereka melarikan diri, dan mengatakan kepada Indaw PDF bahwa prajurit junta mengancam akan menangkap dan membunuh mereka jika meninggalkan biara.

Indaw menempati posisi sangat penting dan strategis, karena terletak di perbatasan dengan negara bagian Kachin. Kota ini berfungsi sebagai gerbang ke negara bagian Kachin yang dibelah jalan Shwebo-Myitkyina.

Divisi Infateri Ringan 77 junta Myanmar bermarkas di sini. Untuk memperkuat Indaw, junta mendatangkan ratusan milisi SNA dan Banmauk.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.