REQNews.com

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski Belum Ucapkan Selamat Kepada Trump, Mengapa?

News

Thursday, 07 November 2024 - 01:00

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Donand Trump dalam pertemuan di New York, September lalu. Foto: Russia TodayPresiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Donand Trump dalam pertemuan di New York, September lalu. Foto: Russia Today

Kiev, REQNew.com -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS. Sejumlah pejabat Ukraina mengatakan ada kekhawatiran Washington menghentikan bantuan militer.

Sejumlah pejabat tinggi Ukraina menyatakan sangat berharap Zelensky secara terbuka menyampaikan ucapan selamat kepada Trump. Harapannya, Trump berubah pikiran dan tetap membangu Ukraina dalam perang melawan Rusia.

"Kami menantikan era AS yang kuat di bawah kepemimpinan Trump," kata seorang pejabat Ukraina seraya menambahkan pendekatan Partai Republik mungkin dapat membantu menghasilkan perdamaian yang adil di Ukraina.

Sebelumnya, Trump berulang kali mengatakan Ukraina secara militer tidak akan menang melawan Rusia. Trump juga mengkritik Zelensky dengan menyebutnya sebagai penjual terhebat dalam sejarah. Bahkan, Trump mengisyaratkan akan menghentikan bantuan militer ke Kiev.

Di kalangan pejabat Ukraina, sebagian pesimistis terhadap Trump dan lainnya optimistis presiden baru AS akan tetap menyalurkan bantuan. Keyakinan ini merujuk pada pertemuan Zelensky-Trump, September lalu, di New York.

Saat itu Trump mendukung rencana kemenangan melawan Rusia yang dipaparkan Zelensky. Namun, bukan tidak mungkin Trump berubah sikap dan menolak kesepakatan itu.

David Arakhamia, kepala fraksi yang berkuasa di parlemen Ukraina, mengakui ada tantangan di masa depan tapi dia mengisyaratkan optimisme kemenangan Trump dapat meciptakan dinamika baru dalam hubungan dengan Washington.

Olga Stefanishina, wakil perdana menteri Ukraina untuk integrasi Eropa, dikabarkan menyuarakan perspektif serupa. Menurutnya, Trump pasti dapat mengorganisir lebih banyak momentum politik yang menguntungkan Kiev.

Pesimisme terlihat di militer Ukraina. Menurut Financial Times, seorang pejabat militer yakin kekalahan Partai Demokrat adalah akhir bantuan AS untuk Ukraina.

Jika ketakutan ini menjadi kenyataan, dan AS menarik bantuan militernya, Ukraina sangat rentah terhadap serangan Rusia, khususnya di Donbass.

"Bagi kami, dukungan AS adalah hidup atau mati," kata pejabat militer Ukraina lainnya.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.