REQNews.com

Wapres Filipina Sara Duterte: Keluarga Marcos di Balik Pembunuhan Senator Benigno 'Ninoy' Aquino 1983

News

Selasa, 26 November 2024 - 09:17

Pembunuhan Senator Benigno 'Ninoy' Aquino di Bandara Internasional Manila, 21 Agustus 1983. Sara Duterte mengatakan Keluarga Marcos di balik pembunuhan itu. Foto: PNA/GMA News OnlinePembunuhan Senator Benigno 'Ninoy' Aquino di Bandara Internasional Manila, 21 Agustus 1983. Sara Duterte mengatakan Keluarga Marcos di balik pembunuhan itu. Foto: PNA/GMA News Online

Manila, REQNews.com -- Wakil Presiden (Wapres) Filipina Sara Duterte mengatakan Keluarga Marcos berada di balik pembunuhan pemimpin oposisi dan senator Benigno 'Ninoy' Aquino tahun 1983.

"Buktinya, seluruh negara melawan Keluarga Marcos," kata Sara Duterte seperti dikutip GMA News Online.

Pernyataan ini disampaikan ketika diminta menanggapi pernyataan Presiden Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr yang akan memblokir upaya kriminal terhadap dirinya.

Ninoy Aquino dibunuh 21 Agustus 1983 di Bandara Internasional Manila, saat turun dari pesawat yang membawanya kembali ke Filipina dari AS. Kematiannya memicu protes massa terhadap pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Sr, ayah Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr.

Marcos Sr digulingkan melalui People Power, Februari 1986, setelah berkuasa sejak 1965. Kisah penggulingannya masih diceritakan kepada generasi Filipina saat ini.

Laporan Vera Files, yang diterbitkan GMA News Online, melaporkan Marcos Sr menunjuk Komisi Agrava untuk menyelidiki pembunuhan Ninoy Aquino. Hasil penyelidikan menyebutkan adanya konspirasi militer yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Bersenjata, yang juga sepupu Marcos,  Jenderal Fabian Ver.

Desember 1985, atau pengadilan khusus, membebaskan Jenderal Ver dan 25 terdakwa lainnya.

Ketika Corazon Aquino -- istri Benigno 'Ninoy' Aquino -- menjadi presiden Filipina, kasus pembunuhan ini dibuka kembali dan 16 tentara dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Tiga di antara mereka tewas di penjara, lainnya diberi pengampunan oleh mantan presiden Gloria Macapagal Arroyo.

Para tentara itu mengatakan seorang pembunuh, namanya Rolando Galman, berada di balik kematian Ninoy Aquiono. Tidak ada penjelasan siapa Rolando Galman, selain kabar dibunuh di Bandara Internasional Manila dan tubuhnya berada tak jauh dari jenazah Ninoy Aquino.

Siapa pembunuh Galman, atau dia menembak dirinya? Tidak ada penjelasan, dan Filipina membiarkannya sebagai misteri.


Terdokumentasi

Sara Duterte, sebelum menebar ancaman pembunuhan terhadap Presiden Marcos Jr, mengklaim ketua parlemen Martin Romualdez berencana membunuhnya. Romualdez membantah tuduhan itu.

Berikutnya, Sara Duterte menuduh aparat keamanan Filipina tidak adil dalam menilai ancaman terhadap keamanan pejabat pemerintah. "Saya sudah mengeluh adanya ancaman terhadap saya, tapi mereka tidak menganggap ancaman terhadap wakil presiden sebagai sesuatu yang perlu dikhawatirkan," kata Sara Duterte.

Sara Duterte melanjutkan; "Negara macam apa ini? Apakah wakil presiden itu kepala negara?" Pertanyaan ini merupakan respon atas pernyataan Dewan Keamanan Nasional bahwa ancaman terhadap presiden adalah masalah keamanan nasional.

Menurutnya, ancaman terhadap dirinya terdokumentasi dengan baik dalam bentuk dokumen dan vido. Semua dokumentasi itu diabaikan aparat keamanan Filipina.

Ketika ditanya apakah akan mengambil tindakan hukum terkait ancaman terhadap dirinya, Sara Duterte mengatakan; "Itu tindakan sia-sia."

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.