Pemberontak Dukungan AS Kuasai Kota Kuno Palmyra, Siap Bergerak ke Damaskus
Palmyra, REQNews.com -- Tentara Pembebasan Suriah (SFA), Sabtu 7 Desember, mengambil alih kota kuno Palmyra setelah menyapu bersih pasukan Suriah di pedesaan sebelah timur Homs.
SFA juga menguasai kota Al-Sukhnah -- terletak di antara Deir az-Zor dan Homas -- dan desa Al-Qaryatayn. Tidak ada laporan bagaimana perlawanan tentara Suriah untuk mempertahankan posisi mereka di sekitar Palmyra.
The New Arab melaporkan sehari sebelum SFA mengambil alih Palmyra, pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad meninggalkan posisi mereka di pangkalan udara T-4, tak jauh dari kota kuno itu.
Perbutan Palmyra terjadi di tengah serangan kilat kelompok pemberontak Suriah lainnya yang dimulai 27 November. Palmyra semula dikuasai ISIS, dan diambil alih tentara Suriah lewat pemboman masif jet tempur Rusia.
Hayat Thahrir-as-Sham (HTS), kelompok pemberontak yang memimpin koalisi bersenjata antipemerintah, merebut Aleppo lewat serangan 27-30 November.
Tentara Nasional Suriah (SNA), kelompok pemberontak dukungan Turki, pada 1 Desember melancarkan Operasi Fajar Kebebasan terhadap pasukan Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin etnis Kurdi di utara Aleppo.
Sukses SFA mengambil alih Palmyra membuat Damaskus, ibu kota Suriah terkepung. Wilayah kekuasaan Presiden Bashar al-Assad relatif hanya ibu kota dan sekitarnya, dan terputus dari Tartus dan Latakia.
Tartus adalah kota mayoritas pemeluk Alawites, dan benteng utama rezim Bashar al-Assad. Kota ini juga rumah bagi pangkalan AL Rusia.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.