Sempat Tidak Diperbolehkan, Kini Iran Cabut Larangan Gunakan WhatsApp dan Google Play
TEHERAN, REQNews - Iran akan segera mencabut larangan penggunaan WhatsApp dan Google Play melalui pelonggaran pembatasan internet bagi warganya.
Negara itu termasuk salah satu yang paling ketat menerapkan larangan beberapa aplikasi buatan perusahaan teknologi Barat.
Dewan Siber Tertinggi Iran pekan ini menyetujui pencabutan blokir beberapa platform asing yang digunakan oleh banyak warganya. WhatsApp dan Google Play menjadi dua aplikasi pertama yang akan dicabut blokirnya.
Diketahui Iran sejak 2009 membatasi beberapa platform media sosial, termasuk Facebook, X, dan YouTube atas tuduhan memfasilitasi demonstrasi serta mengobarkan perlawanan terhadap pemerintah.
Pemerintah Iran juga menghadapi kritikan selama bertahun-tahun dari warganya, pemerintah negara Barat, PBB, serta aktivis politik atas sikapnya yang keras dalam membatasi akses internet.
Ironisnya, sebagian pejabat Iran yang terlibat dalam regulasi, juga menggunakan platform media sosial Barat seperti X.
Belum jelas kapan keputusan Dewan Siber Tertinggi untuk mencabut larangan akan berlaku.
Sementara itu kantor berita IRNA melaporkan, keputusan tersebut dicapai dengan suara bulat dalam rapat dewan yang oleh beberapa pejabat tinggi serta Presiden Masoud Pezeshkian.
“Proses pencabutan pembatasan dunia maya akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, tidak akan terbatas pada pencabutan pembatasan pada satu atau beberapa platform saja,” demikian laporan IRNA.
Pemutusan koneksi internet secara menyeluruh sering kali diberlakukan di Iran, termasuk selama demonstrasi besar pada November 2019 serta pemberontakan 2022. Keputusan itu mendorong pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk melonggarkan pembatasan layanan internet ke Iran, seperti Starlink milik Elon Musk.
Lembaga pemantau siber Freedom House, dalam laporan tahunan Skor Kebebasan Internet, menyatakan Iran termasuk di antara tiga negara paling tidak bebas dalam hal akses internet setelah China dan Myanmar.
Setelah terpilih menjadi presiden dalam pemilu pada Juli lalu, Pezeshkian yang juga dikenal politikus reformis, berjanji untuk melonggarkan kebebasan internet bagi warganya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.