Pilih yang Ganteng, Dosen di Lombok Diduga Cabuli 10 Mahasiswanya
LOMBOK, REQNews – RL, dosen di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, NTB, diduga mencabuli 10 mahasiswa sesama jenis.
Seorang korbannya telah melaporkan kasus tersebut ke Polda NTB. Sembilan mahasiswa lainnya, juga mengaku menjadi korban dosen tersebut.
Pendamping korban dari LSM Sasaka Nusantara Lombok Barat, Sabri, mengatakan rata-rata korbannya merupakan mahasiswa yang gagah secara fisik.
“Dia pilih-pilih. Justru korbannya yang ganteng,” katanya Sabtu 28 Desember 2024.
Meski telah ada 10 korban, namun pelaku belum ditangkap pihak kepolisian.
Polisi saat ini telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi hingga olah tempat kejadian perkara berdasarkan keterangan para korban.
Sabri meminta agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku untuk menghindari kemungkinan adanya korban baru.
“Harapan kami kepolisian harus gerak cepat menangkap pelaku. Pertimbangan kita juga bisa saja pelaku kabur,” katanya.
Jika hingga Selasa depan tidak ada kesimpulan dalam kasus tersebut, Sabri mengatakan Sasaka Nusantara bersama keluarga korban akan melakukan aksi.
“Si pelaku diamankan dulu. Bisa jadi ada korban lainnya yang belum muncul,” ujarnya.
Sabri mengungkapkan modus pelaku dalam mendekati para korbannya bermacam cara.
Untuk menggaet para korbannya, pelaku mempelajari rutinitas dan aktivitas korban sebagai targetnya.
“Dia berbicara dengan orang rutin spritual dia mendekati dengan spritual. Ketika mendekati orang yang suka dengan forum ilmiah, dia menggunakan pendekatan ilmiah,” katanya.
Pelaku mengikuti diskusi-diskusi ilmiah tempat para korbannya sering beraktivitas.
Apa yang dilakukan tersebut tidak menimbulkan curiga dari para korbannya.
“Dia dosen di dua universitas di Kota Mataram. Bahkan tiga tapi yang familiar dua. Korban merasa tidak curiga karena dia mendekati pimpinan-pimpinan komunitas organisasi,” ujarnya.
Untuk korban yang ingin hijrah dari masa lalu yang kurang baik dan akan bertobat, pelaku menggunakan modus zikir zakar atau zikir alat kelamin.
Pelaku mengelabui korban dengan dalih Tuhan menciptakan alam semesta dalam keadaan berzikir, termasuk organ tubuh manusia. Pelaku mengklaim titik paling vital yang sering mengingat Tuhan adalah kelamin atau zakar.
Pelaku kemudian mencabuli korban dengan cara memainkan kemaluan korban. Selain itu, modus pelaku juga dengan dalih mandi suci untuk membersihkan dosa-dosa korban.
Sabri mengungkapkan, salah satu korban pelaku adalah anggota organisasinya. Korban awalnya malu untuk mengungkapkan peristiwa yang dialaminya.
“Setelah satu korban speak-up ternyata korban lainnya juga mengaku kena. Karena satu (korban) berani buka, yang lain juga buka suara. Mereka awalnya malu karena merasa ini peristiwa yang dianggap aib,” ujar dia.
Bahkan, ada salah satu korban kini telah mengalami penyimpangan orientasi seksual. Korban yang mulanya suka lawan jenis, kini berbalik suka sesama jenis usai menjadi korban pelaku.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.