REQNews.com

Ini Tips REQComm Menjaga Eksistensi Perusahaan di Tengah Ketidakpastian Perekonomian Pada Tahun 2025

News

Tuesday, 31 December 2024 - 12:45

Ilustrasi perekonomian (Foto: Istimewa)Ilustrasi perekonomian (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Indonesia akan menghadapi tantangan perekonomian yang lebih kompleks pada 2025 daripada tahun ini. Tantangan ekonomi akan datang dari eksternal maupun internal. Untuk eksternal, terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS) periode 2025-2029 diyakini akan mengubah dinamika perekonomian global. 

Trump dikenal sebagai presiden yang cenderung menerapkan kebijakan ekonomi yang proteksionis seperti yang ditunjukkan ketika pertama kali memimpin AS (2017—2021). Oleh sebab itu, perang dagang antara AS dan China akan semakin memanas. AS dan China merupakan salah dua mitra utama perdagangan Indonesia sehingga diperkirakan akan mengganggu kinerja ekspor Indonesia akan terganggu pada tahun depan. 

Sementara dari dalam negeri, berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat menahan pertumbuhan ekonomi seperti kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% pada tahun depan. Tak hanya itu, ada rencana penguatan baru yang dikenakan untuk kelompok buruh tertentu seperti implementasi dana pensiun wajib. 

Lalu bagaimana perusahaan dapat menghadapi tantangan ekonomi tahun 2025 dan tetap menjaga eksistensinya? Menurut praktisi komunikasi, REQComm, Retno Kusumastuti mengatakan bahwa eksistensi merupakan kunci penting dalam mempertahankan dan membangun keberhasilan sebuah bisnis, khususnya dalam menghadapi tantangan perekonomian di tahun 2025. 

“Memasuki tahun 2025 yang penuh ketidakpastian kondisi perekonomian di Indonesia, tentu membangun eksistensi bisnis yang kuat bukanlah tugas yang mudah. Untuk itu dibutuhkan strategi yang tepat dan komitmen kuat, setiap bisnis memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang,” kata Retno di Jakarta, Selasa 31 Desember 2024. 

Menurutnya, sebuah eksistensi dalam bisnis merupakan sebuah ukuran sejauh mana bisnis dapat bertahan dan tetap relevan dalam lingkungan yang terus berubah. “Karena berbicara eksistensi tentuny tidak hanya sebatas bertahan hidup, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan bisnis untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya. 

Untuk menjaga eksistensi sebuah perusahaan, Retno perlu melakukan beberapa aspek. Salah satunya menjaga reputasi. “Mulai meninjau apakah perusahaan saat ini dikenal karena etika kerja yang baik, kualitas produk atau layanan yang tinggi, dan kepatuhan hukum. Dan jangan lupa melakukan riset pasar dan membaca ulasan konsumen atau pelanggan dapat memberikan wawasan tentang pandangan masyarakat terhadap perusahaan tersebut, tentunya juga meningkatkan branding awareness agar dapat reach dengan target pasar,” katanya. 

Tak hanya itu, perusahan perlu melakukan evaluasi bagaimana perusahaan berada dalam persaingan dengan pesaingnya. Yakni dimulai dengan meninjau pangsa pasar, keunggulan kompetitif, dan strategi pemasaran perusahaan. 

“Langkah berikutnya tinjau ulang kualitas dan pengalaman tim manajemen perusahaan. Evaluasi rekam jejak staf dari tingkat bawah hingga manajerial mulai dari cara kepemimpinan, dan keahlian dalam menghadapi tantangan bisnis. Tim manajemen yang kompeten dan berpengalaman cenderung membantu perusahaan bertahan dan tumbuh,” katanya. 

Langkah terakhir yakni mengoptimalkan strategi pemasaran dan promosi yang sesuai dengan target pasar. “Pahami kebiasaan konsumen, saluran distribusi, dan media yang digunakan oleh pelanggan Anda di pasar tersebut. Manfaatkan pemasaran digital dan jejaring sosial untuk meningkatkan kehadiran online perusahaan dan mencapai audiens global,” ujarnya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.