Tinggalkan 8 Anak, TKW Asal Bali Tewas di Malaysia Diduga Dibunuh WN Bangladesh
BULELENG, REQNews - Jenazah Ni Ketut Nurhayati (39) yang tewas di Malaysia, tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu 8 Januari 2025 sekitar pukul 14:30 WITA.
Tenaga Kerja Wanita atau TKW tersebut tewas diduga menjadi korban pembunuhan, ia ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di wilayah Puchong, Malaysia, dalam kondisi berlumuran darah.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali, Anak Agung Gde Indra Hardiawan memastikan akan terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Malaysia, mengenai penyelidikan kematian tenaga kerja wanita atau TKW asal Bali bernama Ni Ketut Nurhayati yang ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di wilayah Puchong, Malaysia.
Indra juga menyatakan masih menunggu penyelidikan kepolisian Malaysia terkait korban tewas karena dibunuh oleh seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh berusia 23 tahun dan diduga karena motif cemburu.
"Koordinasi kami dengan teman-teman perwakilan, bahwasanya merujuk keterangan media, hal tersebut telah ada indikasi. Tetapi hal itu masih dilakukan penyelidikan oleh kepolisian setempat. Mungkin nanti seperti apa hasilnya kita terus berkordinasi dengan teman-teman perwakilan," ujarnya, Rabu 8 Januari 2025.
Selain itu, pihaknya juga menelusuri apakah korban bekerja secara resmi atau ilegal ke Malaysia. Diketahui bahwa korban bekerja ke Malaysia melalui perusahaan yang ada di Jawa Timur.
Ia menyebutkan, bahwa pada prinsipnya negara harus hadir kendati ada TKW yang bekerja ilegal maupun resmi untuk memfasilitasi.
Jenazah Ni Ketut Nurhayati, disemayamkan di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.
Komang Suinten (38) suami korban mengatakan ia mengetahui kabar istrinya meninggal dunia dari anaknya yang mendapat informasi dari teman ibunya atau korban.
"Informasi awalnya anak saya memberi kabar kalau ibunya sudah tidak ada, didapat dari teman ibunya. Peristiwanya saya tidak tahu pasti tapi diceritakan sama temannya ngasih tahu ke anak saya bahwa ibu sudah tidak ada karena dibunuh begitu saja," kata Suinten.
Kendati demikian, Suinten telah mengikhlaskan kepergian istrinya dan cepat disemayamkan di desa-nya.
"Pada intinya saya enggak perlu mencari tahu yang ke belakang lagi. Saya ingin istri saya cepat pulang. Biar cepat dapat tempat, itu memang tanggung jawab saya sebagai suami," ujarnya.
Ia juga menceritakan, bahwa istrinya keluar dari desa sejak tahun 2023 dan diketahui berkerja di Malaysia sejak tahun 2024 dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
"Setahu saya istri saya disana bekerja sebagai pembantu rumah tangga," ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, bahwa istrinya awalnya diketahui berangkat dari Tulungagung, Jawa Timur, lalu ke Malaysia, dan setelah itu putus komunikasi dengan korban.
"Sudah lama (tidak komunikasi). Dia ganti kontak atau dia blok saya mungkin saya nggak tahu, karena kita berjauhan. Makannya saya kaget dibilang pembunuhan tanggal 31 Desember (2024) informasi sampai ke saya baru tanggal 4 Januari," jelasnya.
Suinten menyatakan, bahwa pihaknya telah menerima kepergian istrinya dan tidak ada tuntutan apapun. Kendati demikian, soal tewasnya istrinya pihaknya menyerahkan seluruhnya ke kepolisian di Malaysia.
Sementara, korban diketahui memiliki delapan anak. Dari suami pertamanya memiliki lima anak dan setelah suami pertama meninggal dunia, korban menikah lagi dengan Komang Suinten dan memiliki tiga anak.
Nurhayati ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel dengan berlumuran darah. Hotel lokasi korban ditemukan tewas berada di wilayah Puchong, Malaysia. Polisi setempat menduga korban meninggal dunia karena dibunuh.
Peristiwa tewasnya Nurhayati terjadi pada malam tahun baru yakni Selasa 31 Desember 2024
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.