REQNews.com

Trump Ancam Kenaikan 100 Persen Bagi Anggota BRICS, Pengamat: Target Utamanya China

News

Kamis, 09 Januari 2025 - 16:00

Didukung Donald Trump, Ini Fakta tentang Proyek Kripto World Liberty Financial (WLFI).Didukung Donald Trump, Ini Fakta tentang Proyek Kripto World Liberty Financial (WLFI).

JAKARTA, REQnews - Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menebar ancaman akan mengenakan tarif 100% terhadap negara-negara yang tergabung dalam BRICS jika melemahkan dolar Amerika Serikat. Adapun anggota BRICS meliputi Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, Arab, dan Indonesia. 

Indonesia yang baru bergabung dengan BRICS pada 6 Januari 2025 menjadi salah satu dari 10 negara yang berpotensi terdampak ancaman tersebut. Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Teuku Rezasyah menegaskan jika Indonesia bisa saja berpotensi terdampak sanksi tersebut namun bukan dalam kadar yang berat. 

“Dalam hal Trump memberlakukan aturan tarif baru, target utamanya adalah China. Kepada RI, akan diberikan sanksi moral yang relatif lunak. Seperti pembatasan dalam alih teknologi dan saat investasi langsung AS dan sekutunya di RI,” kata Teuku Rezasyah kepada REQnews, pada Kamis 9 Januari 2025. 

Ia juga mengemukakan jika Indonesia sejauh ini cukup mandiri dalam menjalin kerja sama internasional dengan dua kekuatan besar yakni Amerika Serikat (AS) dan China. 

“Indonesia selama ini mandiri dalam keanggotannya dengan organisasi yang  dekat dengan Amerika Serikat seperti ASEAN, APEC,  G20, dan ASEM. Mandiri juga dalam berkinerja dengan organisasi yang dekat dengan China, seperti RCEP.  Dengan demikian, diharapkan juga mandiri dalam BRICS, yang sering diibaratkan sebagai wahana kepemimpinan China dan Rusia,” katanya. 

Apalagi, Indonesia masih konsisten menerapkan kebijakan luar negeri bebas-aktif yakni kebijakan luar negeri yang membuat Indonesia bebas bekerja sama dengan siapa saja di ranah global. 

“Selama ini RI terbukti mampu menjalankan Kebijakan Luar Negeri Bebas Aktif. Yakni tidak memihak pada kekuatan manapun, mandiri dalam berkinerja, dengan terus mengupayakan agar organisasi Internasional yang diikutinya tersebut konsisten dengan tujuan pendiriannya,” katanya. 

Adapun ancaman Trump yakni menuntut BRICS agar tidak menciptakan mata uang BRICS baru atau mendukung mata uang lain sebagai pengganti Dolar AS. Pernyataan Trump itu menyusul pertemuan negara-negara anggota BRICS di Kazan, Rusia pada Oktober tahun lalu. Salah satunya membahas peningkata transaksi non dolar dan penguatan mata uang lokal.

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.