REQNews.com

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr Kecam RUU yang Mewajibkan Pendidikan Seks di Sekolah

News

Monday, 20 January 2025 - 17:26

Foto: SCMPFoto: SCMP

Manila, REQNews.com -- Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menentang usulan rancangan undang-undang (UU) yang mewajibkan pendidikan seks di sekolah-sekolah. Alasannya, UU itu hanya akan mengajarkan bocah usia empat tahun bersenang-senang.

"Pada akhir pekan, saya membaca semua rincian RUU Senat tahun 1979. Saya terkejut dengan beberapa elemen di dalamnya," kata Presiden Marcos Jr kepada wartawan. "Bagimana mungkin Anda mengajarkan anak usia empat tahun cara masturbasi hanya karena setiap anak berhak mencoba seksualitas yang berbeda. Ini konyol."

Presiden Marcos Jr melanjutkan; "Jika RUU ini disahkan, saya jamin semua orang tua, guru, dan anak, akan memprotes."

RUU bertajuk Pencegahan Kehamilan Remaja itu didukung sejumlah senator. Mereka yang mendukung mengatakan RUU ini, jika disahkan menjadi UU, wajib menjadi mata pelajaran di sekolah karena akan membantu mengatasi angka kehamilan remaja dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

RUU itu juga mengamanatkan pemerintah mempromosikan pendidikan seksualitas komprehensif sesuai usia, dan berlaku wajib di sekolah sekolah yang akurat secara medis, sensitif secara budaya, berbasis hak asasi manusia, inklusif dan tidak diskriminatif.

Pendidikan seks dimasukan ke dalam kurikulum sekolah negeri untuk siswa 10-19 tahun pada tahun 2012, dengan disahkannya UU kesehatan reproduksi. Namun sekolah swasta, yang dikelola Gereja Katolik, tidak diwajibkan mengajarkannya.

Senator Risa Hontiveros membantah RUU yang diusulkan berisi istilah masturbasi dan mencoba seksualitas yang berbeda. Ia mengatakan; "Saya bersedia menerima amandemen untuk menyempurnakan RUU itu agar kita dapat mengarahkannya agar disahkan."

Senat belum menjadwalkan akan membahas RUU itu, sehingga kecil kemungkinan RUU akan disahkan sebelum badan legislatif ditunda awal bulan depan jelang pemilihan paruh waktu pada 12 Mei.


Larangan Perceraian

Tahun 2023, parlemen Filipina mengesahkan RUU Pencegahan Kehamilan Remaja. Namun, RUU itu tidak pernah menjadi UU karena senat tidak mengesahkan.

"RUU itu menyiratkan bahwa negara terbuka terhadap pendidikan seksualitas komprehensif (CSE), termasuk masturbasi anak," kata Project Dalisay, sebuah koalisi berbasis gereja yang menentang RUU saat ini.

Menurut organisasi ini, CSE diambil dari pedoman teknis yang dikeluarkan UNESCO dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pendidikan seksualitas, yang disebut-sebut cukup jujur mengenai tindakan seks.

"WHO tidak menganjurkan masturbasi, atau tindakan lainnya," kata Project Dalisay. "Namun, anak-anak di seluruh dunia mulai mengeksplorasi tubuh mereka melalui penglihatan dan sentuhan pada usia relatif dini. Ini adalah observasi, bukan rekomendasi."

Filipina adalah satu-satunya negara, selain Vatikan, yang melarang perceraian. Perjanjian ini tidak secara resmi mengakui pernikahan sesama jenis.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.