REQNews.com

Sebut Merusak dan Radikal, Trump Cabut 80 Instruksi Presiden Era Joe Biden

News

Tuesday, 21 January 2025 - 13:00

Donald Trump  (Foto: AP /Evan Vucci)Donald Trump (Foto: AP /Evan Vucci)

WASHINGTON, REQNews - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung mencabut 80 instruksi presiden dikeluarkan pendahulunya, Joe Biden.

Kebijakan itu dianggap bertentangan dengan kebijakan pemerintahannya.

Trump diketahui baru saja dilantik sebagai presiden ke-47 AS di Gedung Capitol, Washington DC, Senin 20 Januari 2025.

Trump mengatakan, instruksi presiden yang dikeluarkan Biden tersebut merusak dan radikal.

"Jadi, pertama-tama kita akan menandatangani instruksi presiden. Saya akan mencabut hampir 80 perintah eksekutif yang merusak dan radikal dari pemerintahan sebelumnya, salah satu pemerintahan terburuk dalam sejarah," kata Trump, Senin 20 Januari 2025 sore waktu setempat.

Pernyataan ini tak disampaikan Trump dalam pidato pelantikannya di Gedung Capitol, karena di acara itu masih ada Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris.

Ia menyampaikan hal itu saat menemui para pendukungnya di Capital One Arena, tak jauh dari Gedung Capitol, Senin 20 Januari 2025 sore waktu setempat.

Sementara itu dalam pidato pelantikan di Ruang Rotunda, Gedung Capitol, Trump menekankan beberapa kebijakan kerasnya. Kebijakan baru itu sudah pernah disampaikan sebelumnya, seperti soal imigran ilegal, energi murah, penerapan bea masuk dari negara asing, pengakuan hanya dua gender laki-laki dan perempuan, hingga Terusan Panama.

Terkait imigran, Trump mengatakan akan mengumumkan keadaan darurat nasional di perbatasan selatan negara itu, merujuk Meksiko.

"Saya akan mengumumkan keadaan darurat nasional di perbatasan selatan kita," kata Trump.

Dia juga berjanji untuk menerapkan kembali kebijakan "Tetap di Meksiko" yakni menahan masuk imigran ilegal di sepanjang perbatasan.

"Saya akan mengirim pasukan ke perbatasan selatan guna mengusir invasi yang membawa bencana ke negara kita," katanya.

Kebijakan keras lainnya adalah Trump akan memasukkan kartel narkoba sebagai Organisasi Teroris Asing.

Pada kesempatan itu, dia juga menekankan kembali pengakuan hanya terhadap dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Ini juga akan diterapkan di militer.

"Mulai hari ini, kebijakan resmi pemerintah Amerika Serikat adalah hanya ada dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan," ujarnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.