AS akan Bangun Bunker Kiamat Super Mewah, Berteknologi AI, Berbiaya Rp 3,3 Triliun
Virginia, REQNews.com -- Sebuah perusahaan di AS membangun bunker kiamat super mewah, berteknologi AI, dengan ruang medis dan kolam renang, dan berharga 300 juta dolar atau Rp 4,8 triliun, untuk melindungi orang-orang kaya jika terjadi bencana dasyat.
Strategically Armored & Fortified Environment (SAFE), perusahaan yang khusus membangun properti aman, mengatakan bunker dijadwalkan diperkenalkan tahun depan. Bunker akan dibangun di Virginia, tepat di luar Washington.
Bunker kiamat supermewah ini, yang diberi nama Aerie, mampu menamung 625 orang kaya jika terjadi bencana global.
Al Corbi, pendiri dan presiden SAFE, mengatakan bunker dilengkapi ruang medis robotik, kolam renang mewah, arena bowling, dinding panjat, dan santapan lezat untuk klien tajir bertahan hidup. SAFE memasang tarif 20 juta dolar AS, atau Rp 322,7 miliar.
"SAFA berpengalaman membangun bunker mewah di halaman dan kebun orang-orang kaya," kata Al Corbi. "Tapi orang kaya selalu bepergian jauh dari rumah mereka yang terlindungi ke lolasi dengan perlindungan lebih rendah. Itulah perlunya membangun bunker perlindungan di tempat lain."
Aerie, menyerupai resor mewah, akan menawarkan kepada para tamu serangkaian fasilitas mewah. Ada terapi penyelamat nyawa menggunakan alat bertenaga AI dan berbagai program kesehatan.
Naomi Corbi, direktur kesiapsiagaan medis SAFE, mngatakan di bunker kiamat para anggota akan memiliki privasi untuk menjalankan bisnis sambil dikurung di balik dinding yang tidak dapat ditembus.
Untuk alasan keamanan, semua -- kecuali penthouse yang berada di atap -- terletak di bawah tanah. Untuk menciptakan ilusi berada di atas tanah, bunker dilengkapi dinding interaktif, langit-langit, dan efek pencahayaan khusus yang menirukan suasana bertengger di atas kota.
SAFA berencana membangun bunker mewah di 50 negara bagian AS, sebagai persiapan menghadapi bencana yang tak terpikirkan.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.