REQNews.com

Perhatian, Ini Kronologi Dugaan Penggelapan Dana e-Fishery yang Mencapai 9,7 Triliun

News

Saturday, 25 January 2025 - 08:00

dari Tribunnewsdari Tribunnews

JAKARTA, REQnews - Terjadi dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh manajemen perusahaan startup Indonesia yaitu eFishery. Perusahaan ini diduga memanipulasi laporan keuangannya. 

The Straits Times menduga jika hal ini muncul usai investigasi internal yang dilakukan oleh eFishery usai adanya laporan whistleblower. Melalui investigasinya ditemukan sejumlah temuan penting salah satunya dugaan manipulasi laporan keuangan.

Perusahaan diduga melebihkan pendapatan sebesar hampir US$600 juta atau sekitar Rp9,7 triliun (dengan kurs Rp16.270) mulai dari Januari hingga September 2024. Penggelembungan ini diduga sudah berlangsung sejak tahun 2018. 

Selain itu terdapat temuan jumlah perangkat smart feeder yang tidak sesuai karena yang sebenarnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan angka yang dilaporkan. eFishery mengatakan mempunyai lebih dari 400.000 tempat pakan ikan yang beroperasi.

Meski demikian, penyelidikan awal memperkirakan bahwa hanya 24.000 yang beroperasi. Ditemukan juga dugaan kerugian yang disamarkan oleh manajemen eFishery kepada investor. 

Padahal  pihak manajemen melaporkan kepada investor bahwa perusahaan mencetak laba sebesar US$16 Juta. Kemudian meraup pendapatan US$752 juta selama Januari hingga September 2024.

Pada hasil penyelidikan internal, ditemukan bahwa eFishery rugi sekitar US$35,4 juta di periode tersebut. Melalui penyelidikan bahkan ditemukan pendapatan perusahaan diperkirakan hanya sekitar US$157 juta.

Sebagai informasi, dugaan awal adanya penggelapan dana dikemukakan seorang whistleblower yang mendatangi seorang anggota dewan dengan tuduhan laporan perusahaan tidak akurat. 

Maka, dewan mengarahkan untuk melakukan  penyelidikan formal pada Desember 2024 dan hasilnya dewan memecat salah satu pendiri dan CEO Gibran Huzaifah setelah ditemukannya ketidakkonsistenan akuntansi perusahaan.

Adapun penyelidikannya didung oleh para investor eFishery termasuk SoftBank Group Corp dan Temasek Holdings Pte. Diketahui laporan itu ditulis oleh FTI Consulting serta ditandai sebagai draf dan dapat berubah lebih lanjut selama penyelidikan berlangsung.

Diketahui jika eFishery adalah perusahaan yang bergerak di bidang akuakultur dan menawarkan solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi budidaya ikan dan udang seperti alat pemberi pakan otomatis (smart feeder) hingga platform digital untuk manajemen budidaya.

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.