Hacker Korea Utara Diduga Meretas Bursa Krypto Bybit 1,5 Miliar Dolar AS
Seoul, REQNews.com -- Hacker yang beralifiasi dengan Korea Utara (Korut) diyakini meretas bursa kripto Bybit 1,8 miliar dolar AS, atau Rp 24,5 triliun, kata peneliti keamanan.
Bursa kripto Bybit, Jumat 21 Februari, mengatakan seseorang menyerang dan menguasai dompet ethereum (ETH) dan mentransfer 1,5 miliar dolar ke alamat yang tidak diketahui.
Dompet dingin ETH adalah satu-satunya yang diserang dan semua domept lain di bursa tersebut tidak terpengaruh, dan penarikan berjalan normal, kata CEO Ben Zhou dalam sebuah postingan.
Perusahaan analitik blockchain Arkham Intteligence dan Elliptic, serta analis blockchain ZachXBT, melacak peretasan miliaran dolar itu ke Lazaraus Group Korea Utara.
Lazarus Group adalah kelopok peretas yang dikenai sanksi AS. Kelompok ini dikendalikan oleh Reconnaissance General Bureau, biro intelejen Korut.
Kelompok ini dituduh terlibat dalam serangan ransomware 'WannaCry', peretasan bank internasional, dan akun nasabah, serta serangan siber terhadap Sony Pictures Entertainment tahun 2014.
Peretasn kripto yang dikaitkan dengan Korut meninglat dua kali lipat tahun 2023, hingga mencapai 1,3 miliar dolar AS atau yang tertinggi tahun 2024.
"Semua dana klien aman, dan operasi kami terus berjalan seperti biasa tanpa gangguan apa pun," kta Bybit, seraya menambahkan tim keamanannya, bersama ahli forensik, sedang menyelidiki insiden ini.
"Bybit mampu membayar jika kerugian akibat peretasan ini tidak dapat dipulihkan, semua aset klien didukung secara satu bading satu," kata Zhou.
Bybit melayani sekitar 60 juta pengguna di seluruh dunia dan menawarkan akses ke berbagai mata uang kripto, termasuk bitcoin dan ether.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.