Viral Dugaan Penyerangan Anggota TNI ke Markas Polres Tarakan, Begini Kronologisnya
TARAKAN, REQnews - Viral beredar video yang memperlihatkan adanya peristiwa dugaan penyerangan terhadap Markas Polres Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) oleh sekelompok orang yang diduga anggota TNI pada Senin 24 Februari 2025 malam.
Berdasarkan informasi yang diterima REQnews.com, kronologis peristiwa tersebut mengakibatkan lima anggota polisi mengalami luka-luka dan sejumlah fasilitas rusak.
Peristiwa tersebut berawal sekitar pukul 23.45 WITA, seorang anggota TNI bernama Pratu RS dan N mendatangi Cafe Pot di Jl. P. Sulawesi Kecamatan Pamusian, Kota Tarakan dan memesan meja serta minuman beralkohol.
Lalu, pada Minggu 23 Februari 2025 sekira pukul 02.50 WITA, Pratu RS disebut menuju kamar mandi untuk buang air kecil. Namun, pada saat keluar kamar mandi tidak sengaja menyenggol salah satu anggota Polres Tarakan bernama Bripda P dan terjadi cekcok.
Dalam informasi yang diterima, Pratu RS disebut menarik Bripda P keluar cafe untuk berdamai. Tetapi, Bripda P tidak terima dan langsung memukul Pratu RS dan terjadi aksi balasan.
Selanjutnya, sekitar lima orang anggota Polres Tarakan keluar dari Cafe Pot dan mengeroyok Pratu RS hingga tersungkur. Pratu RS pun kemudian dibantu oleh rekannya berinisial N untuk dibawa ke tempat kost miliknya.
Kemudian, pada Minggu 23 Februari 2025, sekira pukul 00.05 WITA, Sertu Y bertemu dengan Bripda A yang merupakan Anggota Resmob Polres Tarakan di Kedai PST, Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Karangbalik, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta solusi atas kejadian pemukulan oleh anggota Polres Tarakan kepada Pratu RS yang dilakukan di halaman Pot Coffe.
Setelah dilakukan negosiasi, timbul kesepatakan bahwa Bripda A mampu membayar Rp10 jt, atas kejadian pemukulan kepada Pratu RS dan akhirnya Sertu Y menyetujui. Setelah itu, anggota lain kembali pulang ke Batalyon 613/Rja.
Peristiwa berlanjut pada Senin 24 Februari 2025, sekira pukul 20.30 WITA setalah melaksanakan apel malam, anggota Brigif 24/BC dan anggota Yonif 614/Rjp kumpul di Koridor Barak Siaga dan datanglah Provost 613/Rja atas nama Praka M.
Ia menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi pemukulan di Teras Luar Pot Coffe kepada Sertu Y dan Serda P. Setalah itu Sertu Y menelpon Bripda A untuk menanyakan kembali kesepakatan yang telah dibuat.
Sertu Y kemudian minta ketemu Bripda A di depan Polres Tarakan. Namun, Bripda A menjawab "sinilah ke depan Polres, saya juga di Polres" dengan nada kasar dan menantang. Dari situlah menyebabkan Sertu Y dan anggota lain emosi.
Lebih lanjut, sekira pukul 21.30 WITA, sejumlah 37 Personel yang terdiri dari 12 personel Brigif 24/BC dan 25 personel Yonif 614/Rjp menuju Jl. Aki Balak melalui Kolam Renang Yonif 613/Rja dan menghentikan dump truk warna kuning milik warga sipil untuk menumpang menuju Polres Tarakan dan sebagian anggota naik sepeda motor pribadi.
Sekira pukul 23.15 WITA, anggota tiba di depan Polres Tarakan setelah turun dari kendaraan anggota langsung melakukan pengeroyokan dan pengerusakan Pos Penjagaan Polres Tarakan.
Tidak hanya melakukan kekerasan terhadap personel kepolisian, mereka juga merusak berbagai fasilitas yang ada di dalam area Mako Polres Tarakan.
Sejumlah barang yang mengalami kerusakan meliputi meja dan kursi di depan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), dua kaca di ruang Satuan Penegakan Hukum (ETLE), dua kaca di ruang Kapolres Tarakan, satu pintu kaca ruangan ETLE, dan dua jendela kaca ruang ETLE.
Berdasarkan laporan, mereka membawa benda-benda seperti batu, kayu, dan besi serta diduga membawa senjata berbahaya seperti senjata api laras pendek (airsoft gun), sangkur, dan kerambit.
Akibat serangan tersebut, lima anggota Polres Tarakan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Jusuf SK.
Sementara itu, Kapendam VI Mulawarman Kolonel Kav Kristiyanto pun memberikan klarifikasi mengenai peristiwa penyerangan di Mako Polres Tarakan yang diduga dilakukan anggota TNI.
“Memang benar semalam kami mendapat informasi bahwa di Tarakan terjadi insiden antara oknum anggota TNI dengan Polri,” kata Kristiyanto saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa 25 Februari 2025.
Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terkait insiden tersebut. “Saat ini sedang diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.