REQNews.com

Dianggap Perang yang Tak Masuk Akal, Kini Trump Ogah Habiskan Miliaran Bantu Ukraina

News

Friday, 28 February 2025 - 13:00

Donald Trump  (Foto: AP /Evan Vucci)Donald Trump (Foto: AP /Evan Vucci)

WASHINGTON, REQNews - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut perang antara Rusia dan Ukraina tidak masuk akal. Ia menegaskan tidak ingin lagi menghabiskan miliaran dolar AS untuk konflik di Ukraina.

"Saya tidak ingin membayar miliaran dan miliaran dan miliaran dolar, begitu pula Perdana Menteri atau siapa pun, untuk perang tidak masuk akal yang seharusnya tidak pernah terjadi," kata Trump, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, di Gedung Putih, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat 28 Februari 2025.

Dia sedang berusaha keras mengakhiri perang tersebut sesegera mungkin. Banyak perkembangan yang sudah terjadi saat ini.

"Saya kira kita telah membuat banyak kemajuan, dan saya kira itu berjalan cukup cepat," kata Trump.

Dia mengupayakan gencatan senjata Rusia dan Ukraina dalam waktu yang sangat cepat, tidak bertele-tele.

"(Penyelesaian konflik di Ukraina) Akan berlangsung cukup cepat atau tidak pernah terjadi sama sekali," ujarnya.

Perang Rusia dan Ukraina memasuki tahun ketiga bulan ini. Meski demikian belum ada tanda-tanda di lapangan bahwa perang segera berakhir.

Dalam konferensi pers tersebut Trump juga mengatakan kesepakatan mineral langka menjadikan AS sebagai mitra utama dalam mengembangkan mineral serta minyak dan gas Ukraina.

Trump sebelumnya mengatakan, Ukraina harus membayar atas uang yang sudah dikeluarkan selama ini untuk membantu perang melawan Rusia. Jumlahnya telah mencapai Rp8.100 triliun lebih.

"Dia (Volodymyr Zelensky) akan berkunjung ke sini besok pagi (Jumat), dan akan menandatangani perjanjian bersejarah yang akan menjadikan Amerika Serikat mitra utama dalam mengembangkan mineral, sumber daya langka, minyak, dan gas Ukraina," kata Trump.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.