REQNews.com

Mundur, Wakil Presiden Iran Javad Zarif Ungkap Dirinya Dihina dan Difitnah

News

Tuesday, 04 March 2025 - 11:00

Wakil Presiden Iran Javad Zarif mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin 3 Maret 2025. (Foto:Istimewa)Wakil Presiden Iran Javad Zarif mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin 3 Maret 2025. (Foto:Istimewa)

TEHERAN, REQNews - Wakil Presiden Iran Javad Zarif mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin 3 Maret 2025. Dalam posting-an di media sosial X, Zarif menjelaskan telah bekerja dengan penuh dedikasi di bawah pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian selama 9 bulan terakhir.

Pengunduran diri Zarif ini diketahui terkait pertikaian hukum sejak lama atas pengangkatannya sebagai wapres untuk urusan strategis.

"Saya dihina, difitnah, dan berbagai ancaman paling keji yang ditujukan kepada saya dan keluarga," ujar mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran itu, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 4 Maret 2025.

Dia menyebut periode ini sebagai yang paling pahit sepanjang karier politiknya selama 40 tahun, merujuk pada kontroversi seputar pengangkatannya sebagai wapres.

Banyak kalangan berpendapat pengangkatannya sebagai wappres melanggar Konstitusi karena anak-anaknya yang lahir di Amerika Serikat (AS) menjadi warga AS.

"Selama empat dekade terakhir, saya telah menanggung banyak hinaan dan tuduhan atas peran kecil saya dalam memajukan kepentingan nasional, mulai dari mengakhiri perang yang dipaksakan hingga menuntaskan kasus nuklir," katanya, dalam surat pengunduran diri.

Selama ini Zarif memilih bungkam menghadapi kritikan yang dia anggap sebagai kebohongan dan distorsi, demi melindungi kepentingan negara.

Zarif menjabat sebagai menlu selama 8 tahun di bawah Presiden Hassan Rouhani. Dia berperan penting dalam kesepakatan nuklir 2015 dengan negara-negara Barat, meski akhirnya AS menarik diri.

Namun belum lama ini dia dipanggil oleh hakim dan disarankan untuk kembali ke dunia akademis guna mencegah tekanan lebih lanjut terhadap pemerintah.

"Saya berharap dengan kepergian saya, hambatan terhadap keinginan rakyat dan keberhasilan pemerintah akan terhapus," katanya.

Zarif berada di bawah tekanan kuat dari kalangan politisi konservatif yang mendesak parlemen untuk mencopotnya dari jabatan pemerintahan.

Sejauh ini belum ada kabar dari Pezeshkian apakah dia akan menerima pengunduran diri itu atau tidak. Namun, sumber pejabat Iran mengatakan pengunduran diri tersebut akan diterima guna mencegah tekanan lebih lanjut terhadap pemerintah.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.