REQNews.com

PBB akan Kurangi Bantuan Pangan, Muslim Rohingya di Pengungsian Terancam Gizi Buruk

News

Jumat, 07 Maret 2025 - 03:12

Foto: IrrawaddyFoto: Irrawaddy

Dakka, REQNews.com -- Badan Pangan PBB akan mengurangi bantuan bangan untuk Rohingya di Bangladesh mulai bulan depan akibat ketiadaan dana.

"Kami masih belum menerima dana yang cukup, dan langkah penghebatan biaya saja tidak cukup," kata Program Pangan Dunia (WFP) seperti dikutip Irrawaddy.

Sejumlah besar Rohingya -- etnis paling teraniaya, tanpa negara, dan tak bisa melawan -- memadati kamp-kamp kumuh di Bangladesh. Sebagian besar tiba tahun 2017 setelah melarikan diri dari pembantaian di Myanmar.

Mereka sangat tergantung pada bantuan pangan WFP, atau melarikan diri ke negara-negara Asia Tenggara untuk mencari kerja. Pengurangan bantuan pangan dipastikan akan membuat sebagian, atau bahkan seluruh dari mereka, kekurangan gizi.

Menurut WFP, kekurangan dana yang parah memaksa pengurangan voucher makanan bulanan dari 12,50 per orang menjadi 6 dolar AS.

Shamsud Douza, dari Badan Pengungsi Bangladesh, mengatakan kantornya akan bertemu pemimpin Rohingya pekan depan untuk mebahas pemotongan bantuan pangan.

Bangladesh terlalu miskin untuk membantu Rohingya. Kehadiran pengungsi dari Myanmar itu juga menjadi beban luar biasa bagi negara yang tak pernah lepas dari kemiskinan.

Kun Li, deputi WFP, mengatakan AS tetap menjadi donor untuk Rohingya dan alasan pemotongan mencerminkan kesenjangan pendanaan di berbagai sumber.

Dana yang terkumpul hanya setengah dari 852 juta dolar AS, yang diminta lembaga bantuan asing. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dijadwalkan mengunjungi Bangladesh dan bertemu Rohingya selama Ramadhan.

Pembantaian yang dilakukan mayoritas pemeluk Buddha di Myanmar menyebabkan 750 ribu warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Setiap orang Rohingya punya cerita pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran, yang membuat pembantaian 2017 itu menjadi subyek penelitian genosida PBB.

Bangladesh berjuang mengembalikan Rohingya ke Myanmar atau memukimkan mereka di tempat lain, tapi itu tidak mudah. Saat ini, Rohingya di Bangladesh, terutama di kamp kamp Cox Bazar, tidak diperbolehkan mencari kerja di Bangladesh untuk bertahan hidup.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.