REQNews.com

Serangan Udara Israel Bom Mobil Bantuan Kemanusiaan di Gaza, Tewaskan 9 Orang Termasuk Dua Jurnalis

News

Sunday, 16 March 2025 - 11:02

Mayat-mayat bergelimpangan di Gaza (Foto:BBC)Mayat-mayat bergelimpangan di Gaza (Foto:BBC)

KAIRO, REQNews - Serangan udara Israel ke Beit Lahiya, Gaza Utara, menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk dua jurnalis lokal pada  Sabtu 15 Maret 2025.

Mereka yang tewas selain jurnalis, para korban adalah pekerja kemanusiaan dan warga sipil sekitar.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengungkap, beberapa orang juga terluka parah akibat serangan itu.

Rudal mengenai sebuah mobil, menyebabkan orang-orang yang berada di dalam dan sekitar kendaraan tewas dan luka.

Para saksi menjelaskan, orang-orang yang berada dalam mobil terebut sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk sebuah badan amal Yayasan Al Khair. Para relawan itu ditemani wartawan dan fotografer saat serangan berlangsung.

Mengomentari serangan terbaru tersebut, Hamas menuduh Israel mengingkari perjanjian gencatan senjata. Jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata tahap pertama diterapkan pada 19 Januari hingga saat ini sudah mencapai 150 orang.

Kelompok perlawanan yang berkuasa di Gaza itu mendesak negara-negara mediator untuk memaksa Israel melanjutkan pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata bertahap.

Selain itu Hamas juga menyalahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di balik kebuntuan tersebut.

Sementara itu militer Israel menjelaskan, mereka menyerang dua orang, diidentifikasi sebagai "teroris" yang mengoperasikan drone yang bisa menimbulkan ancaman bagi pasukan mereka yang berada di Beit Lahiya. Namun militer Zionis tidak menjelaskan bagaimana mereka menentukan bahwa orang-orang yang mereka serang adalah "teroris".

Serangan tersebut ini menggarisbawahi rapuhnya perjanjian gencatan senjata Hamas dan Israel. Pejabat kesehatan Palestina mengatakan puluhan orang tewas akibat serangan Israel meskipun terjadi gencatan senjata.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.