Siapa Satoshi Nakamoto Sang Misterius Pendiri Bitcoin? Jangan-jangan Sosoknya tak Pernah Ada
New York, REQNews.com -- Tahun 2022, tepatnya pada 7 April, miliarder PayPal Peter Thiel berpidati di Konferensi Bitcoin di Miami. Isi pidatonya adalah kecaman terhadap musuh Bitcoin seperti Warren Buffet dan Larry Funk, yang disebut perpanjangan tangan negara.
Menurutnya, penganut Bitcoin tidak seperti antek-antek perusahaan, bukan bagian dari perusahaan, dan tidak memiliki direksi.
"Bahkan kami tidak mengenal Satoshi," kata Thiel dalam pidato itu seperti dikutip New York Post..
Thiel sedang merujuk pada Sathoni Nakamoto, yang menurut Benjamin Wallace dalam buku The Mysterious Mr Nakamoto: A Fifteen Year Quest to Unmask the Secret Genius Behind Crypto, telah menjadi sosok sulit dipahami yang mungkin ada atau tidak pernah ada.
Tahun 2008, Nakamoto hanya pembuat kode tanpa nama dari uang eksperimental yang menarik bagi masyarakat pinggiran, demikian Wallace menulis. Ketika kali pertama memperkenalkan bitcoin, nilai pasarnya 0,00099 dolar, atau sepersepuluh dari satu sen dolar.
Namun tahun 2022, nilai bitcoin sekitar 42 ribu dolar per bitcoin. Ciptaan Nakamoto menjadi aset paling berharga kesembilan di dunia, tepat di bawah Tesla dan di atas Meta.
Tahun 2011, masih menurut Wallace, Nakamoto menghilang. Ia berhenti berkomunikasi dengan dunia luar.
Saat itu Nakamoto diperkirakan memiliki satu juta bitcoin senilai 100 miliardolar dan menempatkannya di 20 besar orang terkaya di dunia. Namun, hingga tulisan ini dibuat, Nakamoto belum dikenal dunia luar sama sekali.
Muncul pertanyaan, mengapa Nakamoto menghindari publikasi?
"Sejarah sains modern tidak memberikan preseden bagi seseorang yang menciptakan teknologi revolusioner dan membawanya ke dunia tanpa meminta pengakuan," tulis Wallace.
Jadi, misteri Nakamoto sangat menarik. Sebab, masih menurut Wallace, akhirnya semua orang tahu sumber rahasia Deep Throat yang memberikan informasi skandal Watergate kepada Bob Woodward. Orang juga akhirnya tahu Joe Klein, penulis anonim yang menghasilkan Primary Colors -- kisah memalukan tentang kampanye Presiden Bill Clinton tahun 1992.
Namun, bagaimana Nakamoto menjadi pendiri legendaris proyek dengan kapitalisasi pasar satu triliun dolar AS meski tidak ada yang tahu siapa dan seperti apa penampilannnya.
Layak Dapat Nobel
Bitcoin kali pertama diperkenalkan pada Haloween 2008 dalam sebuah white paper sembilan halaman berjudul Bitcoin: Sistem Uang Elektronik Peer-to-Peer. Paper itu menguraikan desain Nakamoto yang tidak tergantungpada basis data debit dan kredit bank atau pemerintah. Pada awalnya, sebagian besar penerima bitcoin adalah programer, yang percaya bahwa mata uang konvensional sangat membutuhkan pembaruan.
"Bitcoin kebal terhadap campur tangan kekuatan sentral," tulis Wallace. "Tidak seperti emas batangan, bitcoin tidak dapat disita. Tidak seperti rekening bank, bitcoin tidak dapat dibekukan. Tidak seperti mata uang konvensional, bitcoin tidak dapat didevaluasi atas kemauan bank sentral atau dikenakan kontrol oleh diktator."
"Tidak seperti kartu kredit dan trasnfer bank, bitcoin tidak melibatkan biaya transaksi yang berlebihan," lanjut Wallace.
Seiring berjalan waktu dan bitcoin perlahan diterima masyarakat umum, Nakatmoto menjadi hampir setenar ciptaannya. Selama beberapa tahun terakhir rapper Ye, yang sebelumnya bernama Kanye West, mengenakan topi bisbol dengan nama Nakamoto.
Patung perunggu Nakamoto berdiri di Budapest, ibu kota Hongaria. MS Satoshi, kapal pesiar mata uang krypto, merekrut pemukim untuk masyarakat pertama di dunia yang menggunakan bitcoin.
Beberapa ekonomi dan teknolog berpendapat Nakamoto, meski diselimuti kerahasiaan, layak mendapat Hadiah Nobel.
Tidak ada gambaran paling samar tentang Nakamoto, yang mengklaim diri dalam profil daring bahwa dirinya orang Jepang. Namun, tidak ada yang percaya dengan pengakuannya.
"Bahasa Inggris-nya sempurna, luwes, seperti penutur asli," kata Wallace. "Ia terdengar seperti orang Inggris, atau setidaknya dari negara persemakmuran."
Nakamoto berusaha keras menyembunyikan identitasnya, mulai dari menggunakan server email yang memanipulasi tanggal dan waktu pengiriman email, sampai menghindari pertanyaan pribadi. Bahkan ia menolak pertanyaan dari rekan terdekatnya.
Terori Tentang Nakamoto
Ada banyak teori tentang Nakamoto. Sejumlah orang menduga Nakamoto sebenarnya adalah Neal Stephenson, novelis yang karyanya; Cryptonomicon telah menginspirasi penciptaan uang digital. Lainnya mengatakan Nakamoto itu sebetulnya Julian Assange, pendiri WikiLeaks asal Australia
Seorang pekerja magang di SpaceX punya teori lain. Menurutnya Nakamoto itu Elon Musk. Teori ini didukung pembicaraan pekerja magang itu dengan Musk, dan juragan Tesla itu berbicara tentang penaralan urutan besaran dan menggunakan kata 'berdarah'.
Gavin Andresen, pengembang bitocoin, mengatakan tidak mengira Nakamoto memiliki latar belakang ilmu komputer. Nakamoto mungkin saja seorang profesor. Gwen Branwen, peneliti keamanan dan analis web gelap, menulis Nakamoto bisa jadi siapa saja.
"Karena bitcoin merupakan gabungan cerdas dari berbagai teknologi, Satoshi Nakamoto tidak perlu memiliki kredensial dalam kritopgrafi, atau menjadi apa pun kecuali programmer otodidak," kata Branwen.
Jika demikian, menurut para bitcoiner, mengapa Nakamoto harus bersembunyi? Atau, apakah ia menghindari tuntutan hukum atas penggelapan pajak, atau untuk menghindari penjahat yang mencoba mencuri kekayaan bicoinnya yang sangat besar.
Menurut Wallace, pandangan umum adalah Nakamoto bertindak tanpa pamrih. Para bitcoiner yang memperlakukan Nakamoto sebagai semacam penghujatan, seolah-olah mereka adalah penganut Scientologi yang tanya tentang Xenu.
Ada kemungkinan Nakamoto bukan satu pribai, tapi beberapa orang. Lagi pula white papar bitcoin menggunakan kata 'kami' bukan 'saya'. Beberapa orang menyadari bahwa Nakamoto bisa jadi merupakan gabungan dari nama-nama perusahaan teknologi besar; SAmsung, THOSHIba, NAKAmichi, MOTOrola.
"Jadi, komplotan perusahaan besar di balik semua ini," jelas Wallace.
Wallace melacak banyak tersangka terbesar, tapi semuanya menyangkal sebagai jenius pendiri bitcoin. Sedangkan komunitas bitcoin tidak mempermasalahkan misteri itu. Bahkan mereka menyukainya.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
