Gempa Magnitudo 7,7 Myanmar-Thailand: Korban Tewas 1600, 139 Hilang
Naypyitaw, REQNews.com -- Jumlah korban korban tewas gempa magnitudo 7,7 Myanmar-Thailand melampaui 1600 orang, dengan 139 lainnya dinyatakan hilang
Junta militer Myanmar, dalam pernyataan resmi, mengatakan 1.644 tewas dan 3.400 terluka. Jumlah korban diperkirakan jauh lebih besar karena komunikasi terganggu, dan skala bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di Thailand, pemerintah mengkonfirmasi 10 kematian.
Gempa dangkal mengguncang Myanmar dan Thailand dua kali, Jumat 28 Maret. Gempa pertama berkekuatan 7,7 skala Richter. Beberapa menit kemudian terjadi gempa kedua berkekuatan 6,7 skala Richter.
Di Mandalay, wartawan AFP menyaksikan tim penyelamat mengeluarkan seorang wanita dalam keadaan hidup dari puing-puing blok apartemen tempat pejabat Palang Merah dan 90 lainnya terjebak.
Sky Villa Condominium, nama gedung 12 lantai itu, rata dengan tanah. Phyu Lay Khaing, wanita 30 tahun yang diselamatkan, dibawa dengan tandu untuk dipeluk suaminya dan dibawa ke rumah sakit.
Wanita lain yang tinggal di blok apartemen itu tidak beruntung. Putranya, yang berusia 20 tahun, masih dinyatakan hilang.
"Kami belum dapat menemukannya. Saya hanya punya anak itu," kata Min Min Khine, wanita usia 56 tahun yang bekerja sebagai juru masak di gedung itu.
Di Mandalay, pagoda Buddha berusia berabad-abad berubah menjadi tumpukan puing. "Seorang biksu di biara itu tewas, beberapa lainnya terluka," kata seorang tentara di pos pemeriksaan.
Bandara Mandalay juga rusak, yang mengakibatkan pengiriman bantuan mengalami kesulitan. Sistem perawatan kesehatan juga babak belur akibat empat tahun preang saudara yang dipicu kudeta militer 2021.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
