REQNews.com

Prabowo Siapkan Strategi Hadapi Tarif 32 Persen AS Terhadap Ekonomi Indonesia

News

Friday, 04 April 2025 - 14:00

Prabowo Subianto (Foto: YouTube KPU)Prabowo Subianto (Foto: YouTube KPU)

JAKARTA, REQNews - Pemerintah Indonesia menyatakan siap menghadapi pemberlakuan tarif resiprokal sebesar 32 persen oleh Amerika Serikat terhadap produk Indonesia. Tarif ini akan mulai berlaku per 9 April 2025.

Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengatakan kebijakan ini dinilai berpotensi menggerus daya saing ekspor nasional ke pasar Amerika.

“Pengenaan tarif resiprokal AS ini akan memberikan dampak signifikan terhadap daya saing ekspor Indonesia ke AS,” ujar Sugiono dalam keterangan tertulis, Jumat 4 April 2025.

Ia mengatakan selama ini produk ekspor utama Indonesia di pasar AS antara lain adalah elektronik, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, palm oil, karet, furnitur, udang dan produk-produk perikanan laut.

Sugiono mengatakan, Presiden Prabowo Subianto, merespons situasi tersebut, segera menghitung dampak ekonomi dari kebijakan tersebut, termasuk terhadap sektor-sektor prioritas ekspor yang selama ini menyumbang devisa besar bagi negara.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan mengambil sejumlah langkah strategis guna memitigasi dampak negatif terhadap perekonomian nasional, serta memastikan kondisi pasar tetap kondusif.

Di antaranya adalah menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara (SBN) dan memperkuat nilai tukar Rupiah bersama Bank Indonesia.

“Pemerintah Indonesia juga terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memastikan likuiditas valas tetap terjaga agar tetap mendukung kebutuhan pelaku dunia usaha serta memelihara stabilitas ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya.

Langkah antisipatif telah mulai disusun sejak awal tahun 2025. Tim lintas kementerian dan lembaga serta perwakilan Indonesia di AS telah berkoordinasi erat dengan para pelaku usaha nasional untuk menyusun skenario respons yang komprehensif.

Pemerintah Indonesia juga akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC dalam waktu dekat untuk melakukan negosiasi langsung dengan otoritas AS.

Proses diplomasi akan terus berjalan agar dampak kebijakan tersebut dapat diminimalkan atau dinegosiasikan ulang.

Diketahui tarif tersebut merupakan bagian dari kebijakan baru AS yang menetapkan tarif dasar sebesar 10 persen terhadap hampir semua negara, dan kini dilipatgandakan terhadap Indonesia hingga mencapai 32 persen. 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.