Polri Sebut Rekayasa Lalu Lintas Efektif Tekan Kepadatan Arus Balik Lebaran 2025
JAKARTA, REQnews - Polri mengungkap bahwa rekayasa lalu lintas menjadi cara yang efektif untuk menekan angka kepadatan arus balik mudik Lebaran 2025.
Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, volume kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta melalui beberapa gerbang tol utama menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan.
"Melalui Gerbang Tol Cikampek Utama arah Tol Trans Jawa, tercatat sebanyak 57.483 kendaraan keluar dari Jakarta, sementara kendaraan yang masuk hanya 14.100 unit," kata Jansen dalam keterangannya pada Selasa 8 April 2025.
Kemudian, kata dia, melalui Gerbang Tol Cikupa arah Merak sebanyak 52.464 kendaraan tercatat keluar, sedangkan yang masuk lebih tinggi yakni 67.867 kendaraan.
Sementara itu, ia menyebut bahwa dari arah Bogor melalui Gerbang Tol Ciawi, jumlah kendaraan keluar tercatat 29.977 unit dan yang masuk 28.668 unit.
"Di jalur Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama, kendaraan yang keluar dari Jakarta sebanyak 30.563 unit, sedangkan yang masuk tercatat 25.061 unit," kata dia.
Dari sisi keamanan dan keselamatan lalu lintas, pihaknya mencatat sebanyak 145 kasus kecelakaan pada hari yang sama. Di wilayah delapan Polda prioritas, terdapat tujuh korban meninggal dunia, 18 orang luka berat, dan 218 orang luka ringan.
"Dengan total kerugian materiil mencapai Rp180.100.000," kata dia.
Selenjutnya, di wilayah 28 Polda lainnya, terdapat 17 korban meninggal dunia, 36 korban luka berat, dan 152 korban luka ringan, dengan total kerugian materiil sebesar Rp308.950.000.
“Mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode arus balik, berbagai rekayasa lalu lintas masih diberlakukan di sejumlah titik," tambahnya.
Sistem one way masih berlangsung dari KM 425 Jatingaleh, Semarang hingga KM 70 Cikatama. Selain itu, mulai pukul 10.00 WIB, one way diterapkan di jalur Gadog arah Puncak, dan pukul 12.00 WIB diberlakukan juga di jalur selatan depan Pos Pasar Linggapura.
"Sementara itu, contraflow satu lajur masih berlaku di Tol Cikampek dari KM 70 hingga KM 470," katanya.
Sejalan dengan kebijakan pengaturan lalu lintas, Jansen mengatakan bahwa pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas masih diberlakukan hingga 8 April 2025.
"Kendaraan jenis ini dilarang beroperasi, kecuali untuk kendaraan logistik yang mengangkut kebutuhan pokok, ternak, uang, dan hantaran khusus," tambahnya.
Kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran 2025 agar memastikan kondisi fisik tetap prima, memeriksa kendaraan sebelum berangkat.
Kemudian, menjaga jarak aman selama berkendara, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat secara optimal.
"Selain itu, pengguna jalan tol juga diingatkan untuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi agar perjalanan berjalan lebih lancar dan aman," ujarnya.
Arus Balik Lebaran 2025, Kakorlantas Sebut 74 Persen Kendaraan Sudah Kembali ke Jakarta
JAWA BARAT, REQnews - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan bahwa 74 persen kendaraan yang masuk ke arah Jakarta selama arus balik libur lebaran 2025.
"Jadi sampai saat ini kondisi arus lalu lintas cukup terkendali. Jadi sudah hampir 74 persen kendaraan yang dari luar Jakarta sudah masuk Jakarta," kata Agus di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Selasa 8 April 2025.
Menurutnya, memang berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, tidak semua pemudik langsung kembali ke Jakarta seusai Lebaran. Beberapa di antaranya, kata dia, masih memilih untuk tinggal di kampung halaman.
"Hasil analisa dan evaluasi untuk arus balik, kembali itu hanya rata-rata maksimal 85 persen, yang lainnya itu setelah operasi nanti berangsur-angsur akan kembali ke Jakarta," kata dia.
"Jadi tidak harus 100 persen. Jadi masih ada yang liburan, masih ada yang berada di luar Jakarta," lanjutnya.
Jenderal bintang satu Polri itu mengatakan bahwa yang terpenting dari pelaksanaan mudik adalah keselamatan. Ia bersyukur tingkat kecelakaan musim mudik tahun ini turun dibandingkan sebelumnya.
"Yang paling terpenting adalah kondusivitas. Jadi kondisi lancar, kecelakaan menonjol tidak ada. Jadi aspek keamanan dan aspek keselamatan itu bagian daripada indikator bahwa Operasi Ketupat berjalan dengan lancar," ujarnya.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.