REQNews.com

Israel Murka ke Prancis karena Akan Deklarasi Pengakuan Negara Palestina

News

Kamis, 10 April 2025 - 18:00

Presiden Prancis Emmanuel Macron (FOto: AP/Olivier Hoslet)Presiden Prancis Emmanuel Macron (FOto: AP/Olivier Hoslet)

PARIS, REQNews - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan akan mendeklarasikan pengakuan negara Palestina dalam beberapa bulan mendatang.

Hal itu disampaikan Macron setelah melakukan kunjungan ke Timur Tengah, termasuk Mesir.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi France 5, Rabu 9 April 2025, Macron mengatakan rencana itu akan disampaikannya pada Juni dalam konferensi PBB membahas konflik Israel-Palestina yang dipimpin Prancis dengan Arab Saudi.

"Kita harus bergerak menuju pengakuan (negara Palestina) dan kita akan melakukannya dalam beberapa bulan mendatang," kata Macron, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis 10 April 2025.

Macron menambahkan, pengakuan negara Palestina akan berdampak pada dinamika bersama yang pada gilirannya memungkinkan negara-negara Timur Tengah balik mengakui negara Israel. 
Diketahui, negara-negara Arab yang sejauh ini belum mengakui Israel adalah Arab Saudi, Iran, Irak, Suriah, dan Yaman.

Pengakuan negara Palestina, lanjut dia, juga memungkinkan Prancis untuk bersikap tegas melawan pihak-pihak yang menolak hak Israel untuk eksis, seperti terjadi dengan Iran.

Prancis telah lama memperjuangkan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

Macron menegaskan, keputusannya itu tidak dibuat untuk menyenangkan siapa pun, melainkan untuk membuktikan bahwa suatu saat nanti, pengakuan negara Palestina, merupakan solusi untuk mengakhiri konflik.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina Varsen Aghabekian Shahin mengatakan, pengakuan Prancis akan menjadi langkah ke arah yang tepat sejalan dengan perlindungan hak-hak rakyat Palestina dan solusi dua negara.

Pengakuan resmi negara Palestina oleh Prancis akan menandai perubahan kebijakan yang besar dan tentu saja membuat Israel marah.

Menlu Israel Gideon Saar mengatakan pengakuan sepihak atas negara Palestina akan menjadi dorongan bagi Hamas.

“Pengakuan sepihak atas (berdirinya) negara Palestina fiktif, oleh negara mana pun, pada kenyataan yang kita semua tahu, akan menjadi hadiah bagi teror dan dorongan bagi Hamas,” kata Saat, di media sosial X.

Dia mengklaim sikap seperti ini tidak akan mendekatkan pada perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan,tapi justru tetapi sebaliknya.

Palestina sejauh ini telah diakui sebagai negara berdaulat oleh 146 dari 193 anggota PBB.
Meski dukungan internasional terhadap berdirinya negara Palestina semakin meningkat, namun beberapa negara Barat besar seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Jerman masih belum mau mengakui.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.