Remaja AS Dibunuh Tentara Israel di Tepi Barat, Presiden Donald Trump Nggak Peduli
Tepi Barat, REQNews.com -- Bagi keluarganya, Amer Rabee hanya anak laki-laki berusia 14 tahun yang suka memetik kacang almond bersama dua temannya. Tapi bagi tentara Israel, Amer Rabee adalah teroris dan layak dibunuh.
"Hujan peluru yang ditembakan selama beberapa menit melenyapkan satu teroris dan mengenai dua teroris lainnya," kata tentara Israel dalam pernyataan resmi Selasa lalu.
Usai pengumuman itu, Desa Turmus Ayya -- yang dihuni banyak warga negara AS -- meratap dalam duka kehilangan satu remajanya. Keluarga Amer Rabee bertanya-tanya mengapa Presiden Donald Trump tidak berbicara tentang pembunuhan salah satu warganya.
"Amer adalah warga negara AS," kata Mohammed Rabee (28) tentang sepupunya. "Ia tumbuh di Saddle Brook, New Jersey. Dia mengira paspornya memberikan kebebasan dan perlindungan AS, ternyata tidak."
Mohammed dan anggota keluarga lainnya berbicara kepada NBC News pada hari ketiga berkabung untuk Amer di salah satu gedung di Turmus Ayya. Di tempat ini, wargakota berbondong-bondong menyampaikan belasungkawa, menyeruput kopi, merokok, dan makan siang dengan daging domba dan nasi.
Amer anak bungsu dari lima bersaudara. Keluarganya mengatakan Amer cerdas, dan tak punya masalah dengan siapa pun di Tepi Barat.
Setelah penembakan terhadap Amer mencuat, keluarganya menghubungi Kedubes AS di Yeruslaem dengan harapan pemerintah AS turun tangan atau memberi bantuan medis. Yang diharapkan tak sesuai harapan.
Respon Kedubes AS di Yerusalem sangat lambat. Proses identifikasi Amer Rabee berlangsung lama. Keesokan hari, Departemen Luar Negeri AS menghubungi Keluarga Rabee.
"Anak saya sudah meninggal, apa yang dapat Anda lakukan sekarang," kata Mohammed Rabee, ayah Amer.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.