Ini Empat Calon Pengganti Paus Fransiskus, Ternyata Ada Dari Negara Tetangga RI
VATIKAN, REQnews - Paus Fransiskus telah meninggal dunia pada Senin 21 April 2025 dan hal ini memunculkan pertanyaan terkait penerus pemimpin umat Katolik dunia tersebut.
Terdapat sejumlah nama yang mencuat dan dianggap bisa menjadi calon kuat penerus Paus Fransiskus.
Adapun nama-nama tersebut ada yang berasal dari kawasan Asia hingga Afrika. Empat nama cardinal disebut memiliki potensi kuat menjadi pemimpin umat Katolik hingga Vatikan.
Pertama ada nama Luis Antonio Tagle. Ia merupakan salah satu kandidat unggulan dalam bursa pemilihan penerus Paus Fransiskus. Pria ini berasal dari Filipina dan berpotensi menjadi Paus pertama yang berasal dari benua Asia.
Namanya cukup populer di kalangan kaum progresif dalam Gereja Katolik. Ia bahkan dijuluki "Fransiskus dari Asia" karena pembawaannya yang hangat dan pandangan yang progresif seperti mendiang Paus Fransiskus yang dianggap reformis gereja.
Kemudian ada juga Peter Tukson, Sosok ini adalah penasihat kunci Paus Fransiskus dalam isu-isu seperti perubahan iklim dan keadilan sosial. Peter juga dianggap menjadi calon kuat pemimpin umat Katolik.
Ia lahir di Ghana dan berpotensi menorehkan sejarah sebagai paus kulit hitam pertama jika terpilih. Kardinal berusia 76 tahun ini diangkat menjadi Uskup Agung Cape Coast oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1992. Akhirnya Turkson diangkat menjadi kardinal pertama dalam sejarah yang berasal dari Afrika Barat.
Selain itu, ada juga nama Peter Erdo yakni seorang kardinal asal Hungaria dan Uskup Agung Esztergom-Budapest sebagai calon kuat pengganti Paus Fransiskus.
Menurut Pentin, Erdo adalah kandidat kuat dari sayap konservatif Gereja. Ia menilai banyak yang menyukai kardinal berusia 72 tahun ini karena ia ahli dalam hukum kanon dab sangat mahir soal hukum Gereja.
Lalu nama terakhir yaitu Sekretaris Negara Vatikan sekaligus perdana menteri de facto Vatikan, Pietro Parolin. Namanya dikenal selama perang Ukraina, ketika Vatikan mencoba memosisikan diri sebagai pihak penengah netral yang dapat menjembatani dialog antara Kyiv-Moskow untuk mengakhiri konflik.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
