Sebelum Meninggal, Paus Fransiskus Tulis Surat Wasiat, Ini Isinya
Vatikan, REQNews.com -- Paus Fransiskus ternyata menulis surat wasiat, sebuah permintaan agar jenazahnya dimakamkan di makam sederhana, tanpa ornamen khusus, dan bukan di Santo Petrus di Vatikan.
KoreaJoongAng, mengutip Vatican News, memberitakan surat wasit itu ditulis 29 Juni 2022. Paus Fransiskus minta dimakamkan di rung bawah tanah Basilika Santa Maria Maggiore di Roma.
"Saat saya merasakan senja menjelang akhir hidup saya di dunia, dan dengan harapan akan kehidupan kekal, saya ingin menyampaikan keinginan terakhir, yaitu mengenai tempat pemakaman saya," tulis Paus Fransiskus.
"Saya minta jenazah saya beristirahat di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore sambil menunggu hari kebangkitan," lanjutnya.
Paus Fransiskus juga melampirkan diagram lokasi makamnya, dan menekankan bahwa dia telah menyisihkan dana untuk pemakaman. Makam itu, tulis Paus Fransiskus, berbentuk sederhana, tan ornamen apa pun, dan hanya prasasti latih bertulis nama kepausannya, yaitu Fransiskus.
"Semoga Tuhan memberi pahala setimpal kepada semua orang yang mencintaiku, dan yang terus berdoa untukku," tulis Paus Fransiskus. "Penderitaan yang menandai bagian akhir hidupku, kupersembahkan kepada Tuhan, demi perdamaian di dunia dan demi persaudaran di antara manusia."
Sebagian besar mantan paus dimakamkan di Basilika Santo Petrus. BBC memberitakan Paus Fransiskus akan menjadi paus pertama dalam lebih 100 tahun yang dimakamkan di luar Vatikan, dan yang pertama -- terhitung sejak 1669 -- yang dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, jika Vatikan mengikuti keinginannya.
Basilika Santa Maria Maggiore adalah tempat yang disayang Paus Fransiskus. Tahun 2013, sehari sebelum terpilih, Paus Fransiskus mengunjungi Basilika Santa Maria Maggiore dan berdoa di hadapan ikon perawan Maria. Dalam beberapa wawancara selama hidupnya,dia mengungkapkan keinginan dimakamkan di tempat itu.
Untuk mewujudkan semua itu, Paus Fransiskus mengubah peraturan yang mengharuskan Paus dimakamkan di dalam Vatikan. Ia juga merevisi upacara pemakaman Paus tahun lalu, menyederhanakannya dengan hanya menggunakan satu peti mati kayu, bukan pengaturan peti mati rangkap tiga yang tradisional.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.