REQNews.com

Respon Serangan Teroris di Jammu-Kashmir, India Usir Seluruh Warga Pakistan

News

Thursday, 24 April 2025 - 22:38

Foto: rt.comFoto: rt.com

New Delhi, REQNews.com -- India mencabut visa seluruh warga Pakistan dan memerintahkan mereka pulang paling lambat 27 April, sebagai respon atas serangan teroris di Jammu-Kashmir yang menewaskan 26 wisatawan dan melukai puluhan lainnya.

Kementerian Luar Negeri India, Kamis 24 April, mengatakn langkah ini mencakup warga Pakistan yang saat ini berada di India untuk perawatan medis. Visa medis hanya akan berlaku hingga 29 April 2025. Setelah itu, semua warga Pakistan harus meninggalkan India sebelum tanggal kadaluwarsa.

"Warga India sangat disarankan menghindari perjalanan ke Pakistan," kata Kemlu India. "Warga India yang berada di Pakistan disarankan kembali ke India secepatnya."

Tindakan ini dilakukan sehari setelah Komite Keamanan Kabinet, yang diketuai PM India Narendra Modi, memutuskan serangkaian tindakan balasan, termasuk pengusiran belasan diplomat Pakistan, penutupan perbatasan Waqah-Attari, dan penghentian Perjanjian Air Indus1960 tentang penggunaan perairan sistem Sungai Indus oleh kedua negara.

Pakistan segera mengumumkan tindakan balasan, dengan memperingatkan akan menanggapi upaya India menghentikan aliran air ke Pakistan.

"Setiap upaya menghentikan atau mengalihkan aliran air milik Pakistan sesuai Perjanjian Air Indus, dan perampasan hak-hak daerah hilir sungai, akan dianggap sebagai tindakan perang dan akan ditanggapi dengan kekuatan penuh di seluruh spektrum kekuatan nasional," demikian pernyataan kantor PM Pakistan seperti dikutip surat kabar Dawn.

Sebelumnya, PM Modi mengeluarkan peringatan kepada mereka yang bertanggung jawab atas serangan teroris mematikan di Kashmir selatan. Saat itu militan Kashmir menembak wisatawan dan warga sipil.

Front Perlawanan, yang diyakini cabang Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan, dikabarkan mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.