Antisemitisme dan Islamofobia Merebak di Kampus, Rektor Harvard Ungkapkan Ini
WASHINGTON,, REQnews - Permintaan maaf diungkapkan oleh Universitas Harvard kepada civitas akademika atas antisemitisme dan Islamofobia yang terjadi di lingkungan kampus.
Rektor Universitas Harvard Alan M Garber menegaskan hal ini di tengah tekananan pemerintah AS saat ini.
"Saya minta maaf atas saat-saat di mana kami gagal memenuhi harapan tinggi yang kami tetapkan untuk kampus," kata Rektor Universitas Harvard Alan M Garber.
Ia menegaskan jika tahun akademik 2023 hingga 2024 adalah masa-masa mengecewakan. Situasi ini terjadi pasca serangan milisi Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.
"Ketegangan yang sudah lama terjadi kembali mengemuka dan ketika protes dan kekerasan pecah di kampus-kampus seluruh negeri, anggota komunitas kami mengalami insiden yang membuat mereka merasa ditargetkan dan dijauhi akibat identitas mereka," katanya.
Sebagai informasi, satuan tugas (satgas) yang dibentuk oleh kampus menemukan adanya gangguan terutama orang Yahudi, Israel, Zionis , hingga Muslim.
"Anggota komunitas Yahudi, Israel, Zionis mengaku merasakan iklim kampus yang tak ramah. Dan dalam beberapa kasus, mereka sampai harus menyembunyikan identitasnya demi menghindari konfrontasi," kata Garber.
Garber menegaskan bahwa pembentukan satgas di kampus bertujuan untuk menyediakan keamanan dan keselamatan bagi seluruh anggota komunitas. Satgas juga dibentuk untuk membebaskan mereka dari kekerasan.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.