REQNews.com

Masuk Musim Kemarau, Ini Wilayah Terpanas di Indonesia

News

Sunday, 04 May 2025 - 13:02

Ilustrasi cuaca panas (Foto: Istimewa)Ilustrasi cuaca panas (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan saat ini wilayah Indonesia berada pada musim peralihan hujan ke kemarau atau pancaroba.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menuturkan, karena Indonesia secara geografis berada di sekitar garis ekuator, maka akan menerima penyinaran matahari yang sangat intens karena posisi semu matahari sedang melintasi wilayah ekuatorial dan secara bertahap bergerak ke utara.

Dia juga meminta masyarakat mewaspadai dampak cuaca panas ekstrem seperti dehidrasi dan heat stroke yang menjadi risiko utama, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta pekerja yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

"Selain itu, suhu tinggi yang berlangsung terus-menerus dapat memicu kekeringan lokal dan menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah, yang berdampak pada aktivitas harian dan kesehatan masyarakat," katanya.

Dalam jangka yang lebih luas, kondisi cuaca yang panas dan kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di daerah-daerah yang rawan dan minim curah hujan.

"Pada awal Mei 2025, deklinasi matahari tercatat di sekitar 11,2 derajat Celsius Lintang Utara, yang artinya sebagian wilayah Indonesia masih berada dalam jalur lintasan penyinaran matahari yang cukup optimum. Kondisi ini memperkuat pemanasan permukaan, terutama saat langit cerah, kelembapan udara rendah, dan pergerakan angin lemah," ucap Guswanto, Sabtu 3 Mai 2025.

Guswanto menambahkan, sejak April hingga Mei, kemudian September sampai Oktober, akan menjadi periode suhu tinggi. 
Sementara itu, beberapa wilayah di Indonesia mencatat suhu maksimum yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir seperti di Tanah Merah, Papua Selatan, dan Juanda di Jawa Timur.

"Di Tanah Merah, Papua Selatan, suhu udara mencapai 38,4 derajat Celsius pada 29 Maret 2025 dan kembali mencatat 37,0 derajat Celsius pada 21 April 2025. Sementara itu, Stasiun Meteorologi Juanda di Jawa Timur mencatat suhu maksimum 37,9 derajat Celsius pada 23 April 2025. Selain itu, suhu di atas 35 derajat Celsius juga tercatat di wilayah lain seperti Lampung dan Jawa Timur pada akhir April," tuturnya.

Guswanto meminta masyarakat yang berada di wilayah selatan ekuator, khususnya Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan sebagian wilayah Sumatera, perlu meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, wilayah-wilayah ini memiliki karakteristik permukaan lebih cepat menyerap panas dan relatif lebih kering.

"Sehingga lebih rentan mengalami akumulasi panas ekstrem pada siang hari," ujarnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.