REQNews.com

Unit Antiterorisme Dikerahkan Usai 2 Rumah PM Inggris Keir Starmer Dibakar OTK

News

Selasa, 13 Mei 2025 - 17:00

Ilustrasi Rumah Dibakar (Foto:Istimewa)Ilustrasi Rumah Dibakar (Foto:Istimewa)

LONDON, REQNews - Dua rumah milik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dibakar orang tak dikenal (OTK), ada Kamis 8 Mei 2025 dan Senin 12 Mei 2025 pagi.

Beruntung, api tak sampai meludeskan properti tersebut, namun mengalami kerusakan.

Tidak ada korban dalam serangan itu, termasuk Starmer yang tinggal di rumah dinasnya di Downing Street.

Starmer diketahui memiliki properti di Kentish Town yang pernah ditempatinya sebelum terpilih sebagai perdana menteri. Saat ini rumah tersebut disewakan.

Dia berterima kasih kepada layanan darurat atas kesigapan mereka.

"Masih dalam penyelidikan langsung, jadi saya tidak bisa berkomentar lebih lanjut," ujarnya, seperti dikutip dari BBC, Selasa 13 Mei 2025.

Dia menolak memberikan penjelasan rinci, termasuk siapa yang menghuni dua propertinya itu saat serangan terjadi.

Satu properti Starmer di Kentish Town, London, diserang pada Senin dini hari. Rumah tersebut mengalami kerusakan di pintu depan. Petugas dengan sigap tiba di lokasi beberapa menit setelah mendapat laporan sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Sebelum itu, pelaku beraksi di kediaman pribadi Starmer lainnya yakni rumah yang diubah menjadi flat di dekat Islington pada Minggu dini hari. Api juga merusak pintu rumah tersebut.

Satu orang yang menghuni flat tersebut dievakuasi oleh petugas medis dan pemadam kebakaran, namun tidak mengalami luka serius.

Polisi juga sedang menyelidiki satu mobil yang terbakar pada Kamis pekan lalu, apakah bagian dari kasus yang sama atau bukan.

Kepolisian antiterorisme Inggris turun tangan melakukan penyelidikan. Kepolisian Metropolitan London menyatakan unit antiterorisme memimpin penyelidikan tersebut sebagai tindakan pencegahan serta karena obyek serangan memiliki hubungan dengan pejabat tinggi.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.