REQNews.com

Ditusuk 10 Kali, Ternyata Pembunuhan Mahasiswa di Malang Hanya karena Rebutan Kamar Mandi

News

Monday, 19 May 2025 - 18:00

Ilustrasi Penusukan (Foto:Istimewa)Ilustrasi Penusukan (Foto:Istimewa)

MALANG, REQNews  -  Polisi telah mengamankan pelaku tewasnya Ahmad Husaini (25), seorang mahasiswa di Malang yang ditusuk dengan senjata tajam.  

Korban merupakan warga Dusun Pandak, Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, yang tengah nongkrong bersama beberapa temannya.

Pelaku MF (26) warga Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, menyerahkan diri ke Polsek Gondanglegi, sesaat setelah peristiwa berdarah pada Sabtu 17 Mei 2025 dini hari.

"Peristiwa bermula saat korban dan pelaku tengah nongkrong bersama beberapa temannya sambil menenggak minuman keras," kata Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Dikutip Senin 19 Mei 2025.

Pengakuan pelaku, awalnya ia hendak ke kamar mandi. Tapi saat itu korban tiba-tiba langsung menyerobot nyelonong masuk ke kamar mandi lebih dulu. Setelah keluar dari kamar mandi, korban tiba-tiba menarik kerah baju pelaku dan memukulnya hingga terjatuh.

"Pelaku yang tersulut emosi langsung mengeluarkan pisau dan menusuk korban," ucap Bambang.

Tusukan pertama langsung mengenai perut korbannya. Bahkan pelaku kian kalap dan membabi-buta menikam korban.

"Pelaku kembali menyabetkan pisaunya ke bagian kaki, punggung, dan kepala sebanyak 10 kali," ungkap dia.

Usai kejadian, pelaku sempat pulang ke rumah lalu menyerahkan diri ke Mapolsek Gondanglegi.

Petugas juga langsung melakukan penggeledahan dan menemukan pisau yang digunakan untuk menghabisi korban.

Barang bukti yang diamankan antara lain sebilah pisau sepanjang 30 sentimeter pakaian pelaku dan korban, 4 botol arak bali, serta barang pribadi milik korban seperti kalung, rokok, dan uang tunai.

Pelaku kini sudah diamankan di Rutan Polres Malang. Ia dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan/atau Pasal 351 ayat (3) tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.