REQNews.com

Ilmuwan Uraikan Skenario 'Musim Dingin Nuklir' Jika Terjadi Perang AS-Rusia

News

Friday, 23 May 2025 - 21:21

Foto: thebulletin.orgFoto: thebulletin.org

Pennsylvania, REQNews.com -- Sejumlah ilmuwan mengurangikan skenario 'musim dingin nuklir' yang menghancurkan atmosfer Bumi, dan menyebabkan penurunan drastis produksi pertanian.

Yuning Shi, asisten profesor riset Universitas Pennsylvania yang memimpin tim ilmuwan, megatakan perang nuklir global akan melepas 150 juta ton jelaga ke atmosfer yang menyebabkan pendinginan berkepanjangan, keruntuhan pertanian, dan pergolakan sosial dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam laporan hasil stimulasi yang diterbitkan di Enviromental Research Letters awal bulan ini disebutkan skenario lain, seperti curah hujan dan radiasi matahari akan berkurang 70 persen secara global, yang mengakibatkan suhu udara rata-rata turun lebih 15 derajat Celcius.

"Akibat musim dingin nuklir ini, produksi jagung tahunan -- yang menjadi fokus penelitian ilmuwan -- turun sampai 80 persen," demikian menurut artikelitu.

Rantai pasokan dan perdagangan terganggu secara serius, yang memperburuk situasi di sektor pertanian. Berikutnya adalah kelaparan regional dan global. Peneliti memperkirakan butuh 12 tahun untuk memulihkan tingkat produksi pangan.

Memahami kemungkinan kerusakan akibat perang nuklir, dan mempersiapkan diri menghapainya, adalah hal yang kritis mengingat ten geopolitik -- konflik Ukraina, ketegangan India-Pakistan, dan ketidakstabilan Timur Tengah -- merusak detente rapuh selama tahun-tahun terakhir Perang Dingin.

Shi mengusulkan untuk mengembangkan 'Perangkat Ketahanan Pertanian', berupa benih dan paket teknologi khusus wilayah dan iklim untuk berfungsi sebagai penyangga ketidak-pastian jika terjadi musim dingin nuklir.

Bulan lalu, penasehat keamanan nasional Presiden Vladimir Putin Nikolay Petrushev menuduh negara-negara Barat mengerahkan mesin militer mereka terhadap Rusia dan menjadi giladengan skenario kiamat nuklir.

Moskwa berulang kali membantah klaim AS dan Uni Eropa tentang rencana Rusia menggunakan nuklir dalam konflik Ukraina. Namun, tahun 2023 Rusia memperbarui doktrin nuklirnya, yang memungkinkan penggunaan senjata sebagai pencegah agresi kekuatan musuh dan blok militer yang memiliki senjata pemusnah massal, atau persenjataan konvensional dalam jumlah besar.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.