REQNews.com

Apa Itu Proyek Golden Dome? Bagaimana dengan Rusia?

News

Friday, 23 May 2025 - 23:47

Foto: erechadiario.com.arFoto: erechadiario.com.ar

Paris, REQNews.com -- Presiden AS Donald Trump baru saja mengumumkan proyek pertahanan rudal seperti IronDome di Israel, dan diberi nama Golden Dome. Proyek macam apa ini?

Golden Dome, kata Trump, akan melindungi negara dari ancaman serangan rudal asing dengan menempatkan rudal di luar angkasa. Proyek, kata Trump,akan beroprasi tahun 2029 atau pada akhir masa jabatannya.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Golden Dome adalah investasi generasi untuk keamanan AS. Pertanyaannya, siapa yang mengerjakan proyek ini dan senjata apa yang akan digunakan.


Apa yang Dapat Dilakukan Golden Dome?

Menurut Trump, Golden Dome dapat merontokan rudal hipersonik, rudal balistik, rudal jelajah paling canggih, dan drone, yang diluncurkan dari sisi lain dunia atau luar angkasa.

Trump menyebut Golden Dome sebagai sistem terbaik di dunia, karena memiliki tingkat keberhasilan hampir 100 persen. Sumber anonim yang diwawancarai Euronews.com mengatakan Golden Dome memiliki kemampuan berbasis darat dan antariksa, yang mampu mendeteksi dan menghentikan rudal di keempat tahap utama serangan potensial, yaitu deteksi, intersepsi tahap awal, penerbangan, dan menghentikan rudal di tengah perjalanan, atau menghentikannya saat rudal turun ke sasaran.

Pemerintah juga mengembangkan tiga opsi, termasuk pencegat berbasis antariksa.

Beberapa sistem awal diharapkan dari jalur produksi yang tersedia, dengan L3Harris Technologies, Lochkeed Martin dan RTX -- sebelumnya bernama Raytheon -- sebagai kontraktor potensial.

L3Harris, April lalu, mengumumkan sedang memperluas pabrik untuk mengerjakan teknologi di orbit yang akan menjadi bagian Golden Dome. Lockheed Martin mengatakan tujuan mereka adalah mengirim sistem pertahanan Golden Dome tahap pertama pada akhir 2026.

Beberapa senjata yang tersedia akan menjadi bagian proyek ini. Misal, sistem Command Control Battle Management Communication (C3BMC), yang memungkinkan komandan membuat keputusan yang disinkronkan tentang serangan rudal dalam fase penerbangan apa pun.

Trump mengalokasikan dana awal 25 miliar dolar AS untuk Golden Dome dalam rancangan UU keringanan pajak yang disetujui DPR AS, Kamis lalu. Total biaya proyek ini mencapai 175 miliar dolar AS selama tiga tahun.

Kantor Anggaran Kongres AS menyebutkan seluruh biaya untuk pencegat berbasis antariksa sebesar 161 miliar dolar, untuk alternatif biaya terendah 142 miliar, dan untuk opsi tinggi 542 miliar dolar AS.


Di Mana Ada Sistem Pertahanan Berlapis?

Trump mengaakan Golden Dome akan mengembangkan teknologi baru, tapi juga mengintegrasikan beberapa teknologi yang sudah dimiliki, yang dapat mencakup gabungan yang dikembangkan dengan Israel untuk sistem pertahanan berlapis.

Di Israel, sistem pertahanan berlapis itu disebut Iron Dome. Sistem itu mampu mendeteksi tembakan dan menghancurkannya hanya jika proyektil mengarah ke pusat populasi atau infrastruktur militer yang sensitif.

Israel menggunakan kombinasi Arrow, David's Sling, dan Iron Dome untuk melindungi dirinya dari rudal jarak jauh, menengah, dan pendek. Sistem senjata Arrow adalah keluarga rudal intersepsi yang mengawasi, mendeteksi, melacak, dan membunuh serangan yang masuk jauh dari target, dengan sistem kendali yang sepenuhnya otomatis. Sistem ini dikembangkan Israel Aerospace Industri (IAI) bekerja sama dengan Boeing.

David's Sling adalah sistem pertahanan jarak menengah yang dikembangkan Rafael Advanced Defense System dari Israel dan RTX (AS). Sistem ini menawarkan pertahanan serang-bunuh terhadap rudal balistik, pesawat musuh, dan drone. Iron Dome bekerja secara eksklusif untuk mencegah ancaman jarak pendek.

Pejabat Israel mengatakan sistem ini tidak 100 persen efektif tapi memainkan peran penting dari serangan roket dan rudal Iran dan Hamas.


Versi Eropa

Sebelum Trump meluncurkan Golden Dome, Eropa meluncurkan prakarsa Perisai Langit pada tahun 2022. Proyek ini melibatkan 21 negara Eropa, yang menyatakan sepakat bekerja sama dalam pengadaan, pemeliharaan, dan saling mendukung sistem pertahanan.

Setiap senjata yang diperoleh untuk Perisai Langit akan dimasukan ke dalam misi NATO untuk melindungi wilayah aliansi dari ancaman serangan udara atau rudal apapun.

Beberapa negara, salah satunya Jerman, menandatangani kontrak dengan Israel dan AS untuk sistem roket Arrow sebagai bagian dari Perisai Langit.

Pertanyaannya, bagiamana dengan Rusia? Apakah negara yang dianggap ancaman Barat ini akan mengembangkan sistem serupa?

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.