Korut Tangkap Tiga Pejabat atas Kecelakaan Kapal Perang Saat Peluncuran
Pyeongyang, REQNews.com -- Korea Utara (Korut) menangkap tiga pejabat yang dianggap bertanggung jawab atas kecelakaan kapal perang saat peluncuran.
Kantor Berita Korea Utara (KCNA) memberitakan mereka yang ditahan adalah Kang Jong-chol, kepala teknisi galangan kapal Chongjin, kepala bengkel konstruksi lambung kapal Han Kyong-hak, dan Kim Yong-hak -- wakil manajer urusan administrasi.
Peluncutan kapal perang berbobot 5.000 ton itu disaksikan Kim Jong-un, orang nomor satu Korut. Peluncuran dari samping gagal, dan melumpuhkan kapal.
Kim Jong-un marah, dan mengatakan kecelakaan itu merusak martabat negara dan berjanji menghukum mereka yang bertanggung jawab. Bahkan Kim Jong-un menyebut kecelakaan itu sebagai tindakan kriminal yang disebabkan kecerobohan mutlak.
Kecelakaan itu terjadi di pelabuhan Chongjin, di timur laut Korut, dan menyebabkan peningkataan penghinaan publik terhadap Kim Jong-un. Saat itu, Kim Jong-un sedang mencoba memamerkan kekuatan militer.
Citra satelit memperlihatkan kapal itu ditutupi terpal biru, tergeletak miring, dengan buritan terayun ke pelabuhan, tetapi haluan berada di jalur luncur samping. Militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan otoritas AS dan Seoul menilai peluncuran samping gagal dan kapal dibiarkan miring.
Namun KCNA melaporkan pemeriksaan bawah air dan internal kapal perang mengonfirmasi bahwa, tidakseperti pengumuman awal, tidak ada lubang yang dibuat di dasarkapal perang. Jadi, tingkat kerusakan tidak serius.
Kim Jong-un memerintahkan kapal perang itu direstorasi sebelum pertemuan partai berkuasa, Juni mendatang. KCNA mengatakan rencana rehabilitasi terus berlanjut.
Berdasarkan ukuran dan skala, militer Korsel menilai kapal perang Korut itu dilengkapi perlengakapan yang sama dengan kepal kelas perusak seberat 5.000 ton Choe Hyon, yang diluncurkan bulan lalu.
Pyeongyang mengatakan Choe Hyon dilengkapi senjata paling kuat, dan akan mulai beroperasi awal tahun depan.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.