REQNews.com

Dituduh Kecanduan Pornografi, Suku Terpencil Hutan Amazon Gugat New York Times dan Yahoo

News

Monday, 26 May 2025 - 20:18

Foto: Survival InternationalFoto: Survival International

New York, REQNews.com -- Marubo, suku terpencil di hutan Amazon, menggugat New York Times, TMZ, dan Yahoo, atas pencemaran nama baik setelah serangkaian cerita yang menuduh masyarakat kecanduan pornografi akibat bermain Internet.

Gugatan hukum diajukan pemimpin komunitas Enoque Marubo dan aktivis Brasil Flora Dutra -- yang memperkenalkan Internet kepada suku itu -- ke pengadilan Los Angeles. Courthouse News Service (CNS) melaporkan orang-orang Marubo  dn Dutra menuntut ganti rugi 180 juta dolar, atau Rp 2,9 triliun, termasuk ganti rugi punitif 100 juta dolar AS, atau Rp 1,6 triliun.

Suku Marubo tinggal di dua lusin desa terpencil di ujung barat lembah Sungai Javari di Brasil. Populasi mereka diperkirakan 2.000 jiwa. Tahun 2022, 20 antena Internet satelit Starlink disumbangkan kepada suku itu, yang memungkinkan komunikasi lebih mudah antara permukiman yang jauh dan penyediaan Internet.

Tahun 2024, seorang reporter dan fotografer New York Times mengunjuku desa Suku Marubo dan menerbitkan artikel yang menggambarkan remaja suku itu terpaku pada ponsel mereka dan anak di bawah umur menonton pornografi.

Laporan tambahan oleh TMZ dan lainnya, yang dikumpulkkan Yahoo News, menerbitkan ulang atau mengubah kata-kata dari bagian-bagian cerita tersebut dan mengklaim bahwa suku itu menjadi kecanduan konten seksual yang eksplisit.

"New York Times menggambarkan masyarakat Marubo sebagai komunitas yang tidak mmpu menangani paparan dasar Internet, menyoroti tuduhan bahwa masa muda mereka telah dikonsumsi oleh pornografi tak lama setelah menerima akses Internet," kata CNS, mengutip pernyataan penggugat.

Reporter dan fotografer diundang untuk tinggal di salah satu desa selama sepekan, tapi pergi setelah kurang dua hari -- waktu yang hampir tidak cukup untuk mengamati, memahami, atau terlibat dengan penuh rasa hormat dengan masyarakat.

Kisah TMZ, yang menyertakan rekaman Dutra, diduga menyebabkan sang aktivis menerima ancaman pembunuhan dan runtuhnya NAVI Global -- perusahaan rintisan yang didirkan bersama dengan modal tiga juta dolar AS.

Jurnalis New York Times kemudian menerbitkan artikel lanjutan berjudul; "Tidak, Suku Amazon Terpencil tidak Kecanduan Pornografi'. Redaksi New York Times mengklaim artikel asli tidak secara eksplisit membuat klaim itu.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.