REQNews.com

Satu Negara Uni Eropa Bunyikan Alarm Bahaya Akibat Peningkatan 'Buta Huruf'

News

Saturday, 31 May 2025 - 22:01

Foto: McKinseyFoto: McKinsey

Wina, REQNews.com -- Satu negara Uni Eropa (UE) membunyikan alarm sehubungan peningkatan 'buta huruf', yang menandakan tren mengkhawatirkan.

Kantor Statistisk UE menyebut Austria sebagai contoh. Sepertiga populasi Austria memiliki ketrampilan membaca yang buruk, dan ini terlihat dari pekerjaan mereka yang hanya membutuhkan kualifikasi menengah atau rendah.

Buta huruf yang dimaksud bukan tidak mengenal huruf dan tak bisa membaca. Buta huruf di negara maju didefinisikan sebagai malas membaca dan ketidak-mampuan memahami bacaan atau apa yang dibaca. Lebih dari itu, ketidak-mampuan memperkaya cara berpikir dari apa yang dibaca.

Austria berpenduduk sembilan juta. Sebanyak 29,0 persen, atau 2,6 juta, penduduk Austria memiliki tingkat literasi yang rendah, demikian data situs web Statistik Austria dalam pernyataan awal pekan ini.

Jumlah mereka yang memiliki masalah dengan membaca meningkat 11,9 persen antara 2012 sampai 2023. Tingkat literasi rata-rata warga Austria berusia 16 sampai 65 tahun adalah 254 poin, jauh di bawah rata-rata 260 poin yang ditetapkan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Orang-orang berusia 16 sampai 24 tahun memiliki kemampuan membaca di atas rata-rata OECD. Orang lebih tua memiliki ketrampilan membaca jauh lebih rendah daripada tingkat yang diharapkan.

"Perbedaan ketrampilan membaca di antara orang-orang dewasa sangat besar, dan kesenjangan ini terus melebar," kata Tobias Thomas, Direktur Jenderal Statistik Austria.

Terjadi penurunan yang sangat kuat dalam konsumsi bahan bacaan yang kompleks seperti surat kabar dan majalah, dengan orang Austria lebih suka membaca email dan teks pendek.

Menurut Statistik Austria, jumlah orang dengan ketrampilan matematika sehari-hari yang rendah juga tumbuh 6,7 persen antara 2012 sampai 2023, yang berjumlah 22,6 persen dari populasi.

Jajak pendapat VTSIOM, lembaga milik Rusia, tahun lalu menyebutkan bahwa membaca tetap menjadi cara populer untuk memperoleh pengetahuan dan inforasi di antara orang Rusia, meski terjadi banjir media visual.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan tahun 2024, sekitar 87 persen responden membaca sesuatu selama sepekan terakhir. Fiksi menduduki puncak daftar bahan bacaan paling populer (40 persen) di Rusia. Unggahan media sosial berada di tempat kedua dengan 37 persen.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.