REQNews.com

Nikel Raja Ampat yang Menggiurkan: Terbesar Ketiga di Dunia, Ditambang Sejak 1967

News

Saturday, 07 June 2025 - 19:45

Foto: Berita DesaFoto: Berita Desa

Jakarta, REQNews.com -- Raja Ampat kembali jadi buah bibir, tapi kali ini bukan tentang keindahan terumbu karang dan pantainya. Raja Ampat diprediksi menghadapi bencana ekologis, menyusul aktivitas pertambangan nikel di salah satu pulau.

Namun, mengapa baru saat ini tambang nikel itu dipersoalkan?

Makalah ilmiah Lateric Nickel Deposit on Gag Island Raja Ampat Regency, West Papua yang ditulis Sam Permanadewi, Joko Wahyudiono Armin dan Tampubolon menyebutkan eksplorasi nikel di kawasan ini terjadi sejak 1967, dan perusahaan saat ini yang melakukannya adalah PT Gag Nikel yang mendapatkan kontrak karya dari pemerintah Februari 1998.

Saat itu status Pulau Gag adalah hutan produksi, yang secara hukum diperbolehkan melakukan penambangan terbuka. Tahun 1999 pemerintah mengeluarkan kebijakan melarang pertambangan terbuka di daerah berstatus 'Hutan Lindung". Kebijakan ini diterapkan terhadap Pulau Gag, dengan mencabut status sebagian besar lahan hutan produksi menjadi hutan lindung. Kenyatan di lapangan, hutan lebat hanya di bagian utara Pulau Gag.


Menggiurkan

Pulu Gag hanya satu dari banyak pulau terpencil di Laut Arafuru dan dihuni pendatang dari Pulau Ternate. Sebagian besar pulau sedemikian kering, dan tidak memberikan hasil apa-apa bagi penduduk. Namun di bawah tanah yang kering terdapat bijih laterit nikel (garnierit) belimpah. Hasil evaluasi PT Antam dan BP Mineral 1999 menunjukan sumber daya bijih nikel dengan kadar 1,55 persen termasuk terbesar ketiga di dunia setelah Goro di New Caledonia.

Pulau Gag disebut-sebut hanya satu dari sekian pulau yang memiliki kekayaan nikel di perutnya. Lainnya adalah Pulau Waigeo, yang juga telah ditambang sejak lama dan jutaan ton nikel laterit telah diproduksi. Pulau Gabe dan Pulau Buli, serta Pulau Maba di Halmahera juga memiliki kekayaan nikel karena bagian dari Zona Kerak Samudera.

Terisolasi di Laut Halmahera, Pulau Gag merupakan pusat gempa bumi Halmahera-Irian. Pulau Gag berbentuk oval, dengan luas wilayah 14,5 x 8 kilomter persegi. Elevasi maksimum sekitar 350 mil di atas permukaan laut.

Pulau Gag memiliki tiga jeis bentang alam; satuan perbukitan curam, perbukitan bergelombang landai dan satuan dataran. Satuan bergelombang dengan kemiringan curam menempati dua per tiga bagian Pulau Gag, yaitu di bagian tengah sampai ke selatan, dengan ketinggian berkisar 200 sampai 350 meter per di atas permukaan laut.

Di bentang alam ini, pepohonan sulit tumbuh karen tanah penutup berupa laterit yang kaya bijih nikel dan besi. Bentang alam perbukitan bergelombang landai dipenuhi pepohonan. Kondisi tanah subur ini dimanfaatkan masyarakat untuk berkebun. Jadi, dua pertiga Pulau Gag adalah nikel laterit.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.