Aktivis Kemanusiaan Freedom Flotilla Coalition Mogok Makan di Penjara Israel
TEL AVIV, REQNews - Aktivis misi kemanusiaan Gaza Freedom Flotilla Coalition (FFC) asal Brasil Thiago Avila yang kini ditahan Israel melakukan aksi mogok makan.
Thiago Avila termasuk satu dari lima yang masih ditahan.
Kapal tersebut digunakan oleh 12 aktivis dan jurnalis internasional untuk menerobos wilayah Gaza dari penjagaan pasukan Israel namun digagalkan oleh pasukan Zionis.
Kapal yang berlayar dari Catania, Italia, itu lalu dibawa ke pelabuhan Ashdod, Israel, dan seluruh aktivisnya ditahan.
Empat dari 12 aktivis telah dideportasi ke negara masing-masing, termasuk Greta Thunberg. Sementara delapan lainnya masih ditahan. Mereka berasal dari Prancis, Brasil, Belanda, Jerman, Swedia, Spanyol, dan Turki.
Delapan orang lainnya masih ditahan karena menolak menandatangani perintah deportasi, Mereka kini ditahan di Penjara Givon di Ramla, setelah sempat ditahan di kapal Madleen.
Organisasi hak asasi manusia (HAM) Israel serta kuasa hukum para aktivis, menyatakan Avila mulai melakukan mogok makan dan minum sejak Selasa 10 Juni 2025.
Tim hukum mengatakan penyerbuan tentara Israel terhadap Madleen di perairan internasional melanggar hukum internasional.
Para aktivis dibawa secara paksa ke Israel dari perairan internasional lalu menuduh mereka sebagai penyusup ilegal tanpa dasar hukum.
Oleh karena itu tim hukum mendesak pembebasan segera tanpa syarat seluruh aktivis dan pengembalian mereka ke Madleen untuk menyelesaikan misi mereka mengirim bantuan ke Gaza.
Kapal tersebut dicegat di perairan internasional. Oleh karena itu penahanan dan perintah deportasi para aktivis oleh Israel tidak sah.
Para aktivis juga mendapat perlakuan tidak layak selama penahanan. Mereka mengeluhkan kondisi tidak higienis, termasuk kutu busuk dan air keran tidak bisa diminum.
Sementara itu otoritas Israel meminta pengadilan untuk menahan para aktivis hingga dideportasi berdasarkan undang-undang yang berlaku di Israel. Hukum Israel mengizinkan penahanan hingga 72 jam terhadap mereka yang menolak dipulangkan secara sukarela.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.