Diduga Anak Buah KKB Papua Pimpinan Lekagak Telenggen yang Bunuh Tukang Ojek Mayatnya Dibuang ke Jurang, Begini Kekejamannya
PUNCAK JAYA, REQNews - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau dikenal dengan nama Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi sadis dengan menganiaya tukang ojek di Distrik Wanwi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.
Korban diduga dianiaya oleh KKB anak buah dari Lekagak Telenggen.
Diketahui kelompok Lekagak Tenggelen merupakan salah satu kelompok KKB yang kejam.
Kelompok ini pernah menyerang Bandara Aminggaru pada pertengahan April 2021. Petugas keamanan bandara dari TNI-AU mengejar dan menembak mati satu penyerang. Hari-hari berikutnya, kelompok KKB itu mengamuk di kampung-kampung di sekitar Ilaga, membakar rumah warga dan gedung sekolah, menganiaya, bahkan membunuh penduduk sipil.
Kelompok KKB itu juga pernah mencegat rombongan Kepala Badan Inteljen Negara Daerah (Kabinda) Papua Brigjen Putu Danny Karya Nugraha. Sempat terjadi baku tembak. Brigjen Putu Danny tertembak dan gugur pada 25 April.
Kali ini kelompok Lekagak Telenggen membunuh tukang ojek bernama Syafaruddin.
Setelah mendapatkan laporan, aparat gabungan dari Satgas Ops Damai Cartenz, Polres Puncak Jaya dan TNI langsung bergerak melakukan pencarian dan melakukan evakuasi pada Sabtu 12 Juli 2025 pukul 14.25.
Tim Satgas Ops Damai Cartenz dalam pencariannya harus berhadapan dengan medan yang ekstrem harus berjalan kaki sejauh lima kilometer melewati medan curam dan berbukit, menuruni jurang sedalam 500 meter untuk dapat menjangkau jasad korban.
Berdasarkan kesaksian warga, Syafaruddin terakhir terlihat pada Jumat 11 Juli 2025 kemudian ditemukan tewas keesokan harinya pukul 11.45 WIT.
Saat ditemukan, korban tewas dengan luka senjata tajam di bagian kepala dan kaki. Diduga kuat menjadi korban penganiayaan sebelum jasadnya dibuang ke jurang.
Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan sepeda motor menuju jembatan Distrik Wanwi dan diangkut dengan ambulans ke RSUD Mulia, tiba pada pukul 17.20 WIT untuk pemeriksaan medis. Jenazah selanjutnya akan dipulangkan ke kampung halaman di Makassar.
"Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kehadiran aparat. Kami akan terus bekerja keras menindak tegas pelaku dan mencegah kejadian serupa," ujar Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Sabtu 12 Juli 2025.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat.
“Kejadian ini menjadi pengingat atas risiko yang dihadapi warga sipil di wilayah rawan. Namun, respons cepat kami menunjukkan komitmen negara dalam menjamin keamanan dan kemanusiaan di Tanah Papua,” ucap Kombes Yusuf.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
