Viral Jepang bakal Blacklist Pekerja Indonesia, Begini Penjelasan KBRI Tokyo
JAKARTA, REQNews - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo merespon isu yang beredar terkait blacklist tenaga kerja Indonesia.
KBRI Tokyo menegaskan tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Jepang terkait blacklist terhadap Indonesia hingga saat ini.
"Sampai dengan saat ini tidak ada pernyataan Pemerintah Jepang yang disampaikan ke KBRI Tokyo terkait dengan daftar hitam yang ramai didiskusikan di sosial media," kata Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula dalam keterangannya, dikutip Selasa 15 Juli 2025.
Muhammad Al Aula mengatakan pemerintah Jepang masih sangat membutuhkan tenaga kerja dari negara-negara sahabat, termasuk Indonesia. Peningkatan angka pekerja Indonesia di Jepang cukup mendapatkan apresiasi.
Pemerintah Indonesia dan Jepang, menurut Muhammad Al Aula secara aktif melakukan pertemuan dalam forum konsultasi resmi untuk memastikan implementasi program pemerintah Jepang, yakni "Inisiatif Penerimaan Warga Negara Asing dan Terwujudnya Masyarakat yang Hidup Berdampingan dan Harmonis".
Soal kabar kriminalitas sebagai penyebab blacklist, dia mengakui terdapat beberapa laporan tindak pidana seperti pencurian yang secara resmi dilaporkan otoritas Jepang ke KBRI Tokyo. Akan tetapi, kasus tersebut dipastikan sudah ditangani secara hukum.
"Setiap kasus tersebut sudah ditangani sesuai mekanisme hukum di Jepang," kata Aula.
Sebelumnya jagat maya dihebohkan dengan sebuah video yang menyebut Jepang akan memasukkan pekerja Indonesia ke dalam daftar hitam alias blacklist, akibat sejumlah kasus kriminal dan tindakan mengganggu yang dilakukan oleh pekerja Indonesia di Jepang.
Salah satu akun yang mengunggah video tersebut yakni akun TikTok @isuul14.
"Indonesia mau di-blacklist & 2026 jadi kesempatan terakhir ke Jepang!" bunyi keterangan dalam video yang dibagikan @isuul14.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 4,1 juta kali dan disukai sekitar 250.000 netizen.
Unggahan tersebut banyak dikomentar netizen yang menunjukkan kecemasan.
"Yang kasian anak-anak yang masih proses di LPK, walaupun gak di-blacklist pasti aturan diperketat," tulis netizen lain.
"Satu tahun yang lalu ngebujuk ortu mau kerja di Jepang tahun ini baru diizinin, niat tahun depan daftar LPK, belum apa-apa udah dapat kabar begini ya Tuhan," tulis netizen lainnya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.