REQNews.com

Israel Serang Satu-satunya Gereja Katolik di Gaza, Dua Tewas

News

Thursday, 17 July 2025 - 20:39

Foto: Al MonitorFoto: Al Monitor

Gaza, REQNews.com -- Israel, Kamis 17 Juli, menyerang satu-satunya Gereja Katolik di Gaza dan menewaskan dua orang. Pasukan Israel mengatakan tidak pernah menargetkan tempat=tempat keagamaan, dan menyesalkan kerugian yang dialami warga sipil.

Paus leo XIV mengatakan sangat berduka atas serangan itu. Serangan, katanya, terjadi setelah Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan serangan Israel di wilayah Palestina menewaskan 20 orang.

"Dengan duka mendalam, Patriark Latin kini dapat mengonfirmasi bahwa dua orang tewas akibat serangan tentaran israel," demikian pernyataan Patriak Latin. "Serangan menghantam Kompleks Keluarga Kudus pagi ini."

"Kami berdoa untuk ketahanan mereka dan untuk berakhirnya perang biadab ini. Tidak ada yang dapat membenarkan penargetan warga sipl tak berdosa," lanjut pernyataan itu.

Mahmu Bassal, juru bicara pertahanan sipil Gaza, mengtakan dua warga komunitas Kristen tewas dalam serangan ke gereja di Kota Gaza. Gereja ini secara rutin dihubungai mendiang Paus Fransiskus selama perang.

Foto=foto AFP menunjukan korban luka dirawat di tenda-tenda di RS Al Ahli, yang dikeal sebagai RS Baptis. Gabriel Romanelli, pastor paroki, dibalut perban di bagian bawah kakinya. Beberapa korban luka tiba dengan tandu, dengan seorang pria mengenakan masker oksigen.

Patriarkat, yang memiliki yurisdiksi atas umat Katolik di Israel, Palestina, Yordania, dan Siprus, mengutuk serangan itu. Menurutnya, serangan itu menghancurkan sebagian besar kompleks.

Gereja Katolik di Gaza menampung 600 pengungsi, yang sebagian besar anak-anak dan 54 di antaranya berkebutuhan khusus. Serangan Israel, menurutnya, merupakan pelanggaran berat terhadap martabat manusia dan kesucian hidup.

Israel mengatakan duka cita mendalam atas kerusakan dan korban sipil, dan militer sedang menyelidiki serangan itu.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.