REQNews.com

Thailand-Kamboja Memanas Lagi: Phnom Penh Pasang Ranjau, Hun Sen-Thaksin Saling Ejek

News

Monday, 21 July 2025 - 19:11

Foto: The NationFoto: The Nation

Bangkok, REQNews.com -- Thailand dan Kamboja memanas lagi, menyusul pemasangan ranjau antipersonel di sepanjang perbatasan kedua negara yang melukai tiga tentara Thailand. Di Phnom Pehn, orang kuat Kamboja Hun Sen mengatakan tak ingin berbicara dengan Thaksin Shinawatra, mantan PM Thailand dan teman dekatnya.

Bangkok menuduh Kamboja sengaja memasang ranjau antipersonel untuk mengamankan perbatasannya. Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan pemasangan ranjau darat itu pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan Thailand.

Tiga tentara Thailand terluka di dekat wilayah perbatasan Chong Bok di Propinsi Ubon Ratchathani pada 16 Juli. The Nation melaporkan otoritas Thailand menemukan ranjau darat yang digunakan baru ditanam dan bukan dari gudang senjata Thailand.

"Pemerintah Thailand mengutuk keras penggunaan ranjau darat antipesonal," kata uru bicara Kementerian Luar Negeri Nikorndej Balankura. "Tindakan itu melanggar integritas dan kedaulatan Thailand, serta secara langsung melanggar hukum internasional."

Bangkok Post melaporkan militer Thailand mulai menggelar operasi pembersihan ranjau di wilayah perbatasan Chong Bok, yang oleh orang Kamboja disebut Mom Bei.


Hun Sen Menolak Bicara

Di Phnom Pehn, mantan PM Kamboja Hun Sen mengatakan tidak ingin berkomunikasi dengan Thaksin Shinawatra, mantan PM Kamboja. Padahal, keduanya pernah dianggap sekutu dekat saat berkuasa.

Pernyataan Hun Sen tampaknya menyindir masalah hukum yang dihadapi Thaksin. Sebelumnya, Thaksin mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah berhenti berkomunikasi dengan Hun Sen.

Dalam unggahan di Facebook, Hun Sen mengatakan; "Seharusnya saya yang berhenti berkomunikasi dengan Thksin, setelah putrinya; Paetongtarn Shinawatra, yang sombong dan memandang rendah saya."

"Lagi pula, saya tidak tertarik berbicara dengan seseorang yang telah dihukum dan sedang bersiap menghadapi tuntutan tambahan," tulis Hun Sen. "Jadi, jangan terlalu membanggakan diri sendiri."

Hun Sen juga mengkritik Thakwin yang menyebut dirinya tidak bermoral. "Saya ingin bertanya kepada Anda, jika saya kurang bermoral mengapa Anda mengandalkan saya selama 19 tahun dan mendengarkan nasihat saya. Bahkan memanggil saya pemimpin nomor satu," kata Hun Sen.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.