REQNews.com

Direktorat Jamintel Kejagung Kawal PSN Bali Maritime Tourism Hub Senilai Rp1,2 Triliun

News

Friday, 25 July 2025 - 16:32

Jamintel Kejaksaan Agung Reda Mantovani (Foto: Kejaksaan)Jamintel Kejaksaan Agung Reda Mantovani (Foto: Kejaksaan)

JAKARTA, REQnews - Direktorat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) dengan anggaran senilai Rp1,2 triliun. 

Jamintel Reda Mantovani pun turut hadir dalam acara penyampaian hasil kegiatan (exit meeting) PSN BMTH khususnya terkait pekerjaan pengerukan alur dan kolam Pelabuhan Benoa oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero), bertempat di Bali pada Kamis 24 Juli 2025. 

Acara ini merupakan bagian dari tindak lanjut pengamanan dan pengawalan yang dilakukan oleh Direktorat IV atau Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM INTEL) terhadap proyek strategis nasional yang dijalankan oleh PT Pelindo. 

Kegiatan pengamanan ini menekankan pentingnya mitigasi terhadap potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan (AGHT) dalam pelaksanaan proyek strategis. 

Dalam sambutannya, Reda Mantovani menyampaikan apresiasi kepada PT Pelindo atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin. 

“Pengamanan pembangunan strategis bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian dari upaya bersama untuk memastikan proyek berjalan Tepat Waktu, Tepat Mutu, dan Tepat Sasaran,” kata Reda dalam keterangannya pada Jumat 25 Juli 2025. 

Ia menjelaskan bahwa ruang lingkup pengamanan yang dilakukan oleh Tim PPS mencakup pengamanan personil yang terlibat dalam perencanaan hingga pelaksanaan proyek. 

Kemudian, pengamanan materiil dan aset, termasuk pengadaan lahan dan pemanfaatan aset negara, lalu koordinasi terhadap hambatan birokrasi, termasuk tumpang tindih regulasi atau praktik pungutan liar. 

Reda pun menegaskan bahwa pengamanan tidak menghapuskan tanggung jawab hukum personil yang terlibat, guna mencegah penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan proyek. 

Ia kemudian mengingatkan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk PT Pelindo dan internal Kejaksaan, untuk menjauh dari praktik transaksional dan tetap menjaga integritas serta profesionalisme dalam menjalankan proyek strategis. 

Lebih lanjut, Reda memberikan pesan kepada Tim PPS agar terus meningkatkan profesionalisme dan kinerja, memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya, membangun sinergi dengan Kementerian/Lembaga dan BUMN serta menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi. 

"Berharap kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan keberhasilan pembangunan proyek strategis nasional yang adil, bermanfaat, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat," ujarnya. 

Sementara itu, Direktur IV Setiawan Budi Cahyono dalam laporannya menyampaikan bahwa nilai pekerjaan yang dikawal oleh Tim PPS mencapai kurang lebih Rp1,2 triliun. 

"Ini bukan akhir, tetapi menjadi cambuk bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan ke depan,” kata Setiawan.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.