REQNews.com

Kamboja Minta Gencatan Senjata, Thailand Isyaratkan Siap Berunding

News

Saturday, 26 July 2025 - 09:29

Foto: Bangkok PostFoto: Bangkok Post

New York, REQNews.com -- Kamboja, Jumat 25 Juli, menyerukan gencatan senjata segera. Thailand mengisyarakatkan keterbukaan berunding.

"Kamboja memint gencatan senjata tanpa syarat, dan kami menyerukan solusi damai untuk perselisihan ini," kata Chhea Keo, duta besar Kamboja untuk PBB, setelah pertemuan tertutup dewan yang dihadiri Kamboja dan Thailand.

Baktu tembak artileri di sepanjang perbatasan kedua negara, Jumat 25 Juli, memaksa 138 ribu warga dievakuasi. Satu warga berusia 70 tahun tewas di Propinsi Oddar Meanchey. Thailand juga melaporkan 14 warga sipil dan satu tentar tewas, serta 46 luka-luka.

Konflik Thailand-Kamboja sebenarnya tak seimbang dalam persenjataan. Thailand mengerahkan enam jet tempur F-16. Kamboja tak puya pesawat. Senjata Kamboja kebanyakan buatan Rusia, tapi jika konflik berlanjut bukan tidak mungkin Cina kirim senjata ke Phnom Penh.

Juru bicara Kemnlu Thailand Nikomdej Balankura mengatakan pertempuran mereda pada Jumat sore. Bangkok, lanjutnya, terbuka untuk perundingan, kemungkinan dengan bantuan Malaysia.

"Kami siap jika Kamboja ingin menyelesaikan masalah ini melalui jalur diplomatik, bilateral, atau bahkan dengan perantara Malaysia. Kami siap melakukannya," kata Balankura. "Namun sejauh ini kami belum menerima tanggpan apa pun."

Malsysia saat ini menduduki kursi kepemimpinan ASEAN, organisasi yang juga bernggotakan Thailand dan Kamboja.

Sebelumnya, penjabat pm Thailand Phumtham Wechayachai memperingatkan jika situasi meningkat, Kamboja dan Thailand akan terlibat dalam perang terbuka.

"Untuk saat ini, situasinya masih terbatas pada bentrokan," ujarnya kepada wartawan di Bangkok.


Berkelanjutan

Thailand dan Kamboja, kapan pun konflik terjadi, selalu saling menyalahkan siapa menembak lebih dulu. Berikutnya, saling tuduh menyerang infrastruktur sipil. Sebagai tambahan, Kamboja menuduh Thailand menggunakan munisi tandan.

Di PBB, utusan Kamboja mempertanyakan pernyataan Thailand bahwa Kamboja -- yang notabene tak punya kekuatan militer sper -- yang memulai konflik.

"Dewan Keamanan PBB meminta kedua pihak menunjukan pengendalian diri semaksimal mungkin, dan menempuh solusi diplomatik," kata Chhea Keo. "Itulah yang juga kami serukan."

Pertempuan Kamboja-Thailand menandai eskalasi dramatis pertikaian panjang kedua negara yang berbagi perbatasan sepanjang 800 kilometer. Keduanya alah tujuan populer jutaan wisatawan yang menjual banyak peninggalan sejarah.

Kamboja tampaknya tak punya pilihan selain menghentikan perang. Di antara negara Indocina, Kamboja adalah negara dengan militer terlemah yang diapit dua dua kekuatan; Vietnam dan Thailand.
 

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.