Viral Puluhan Kucing di Solo Ditemukan Terlantar hingga Mati Disimpan di Freezer
JAWA TENGAH, REQnews - Viral puluhan bangkai kucing ditemukan disimpan di dalam sebuah lemari pendingin (freezer) di rumah seorang pria berinisial SH warga Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah.
Kasus tersebut terungkap setelah aktivis kucing Solo, Cat Lovers In The World (Clow) mengusut adanya laporan video mengenai kondisi kucing-kucing yang tewas mengenaskan.
Perwakilan Clow Solo, Hening menyebut bahwa ada 48 ekor kucing yang ditemukan terlantar di rumah tersebut dan 7 kucing lainnya ada di klinik.
“Totalnya ada 55, jadi di klinik ini 7, di sana 48. Lalu ada beberapa yang sudah dijemput sama yang punya. Karena dia merasa ya sudahlah tak ambilnya tak rawati sendiri ya sudah gitu,” kata Hening dalam keterangannya dikutip pada Kamis 14 Agustus 2025.
Ia mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi mengenai kondisi kucing-kucing tersebut dari Clow Jakarta. Kemudian, pihaknya mendatangi lokasi pada Senin 11 Agustus 2025 malam.
“Malam itu langsung berkoordinasi dengan petugas di Polsek Jebres dan didampingi Pak Babin sama Pak RW, kita memastikan. Kenapa kami malam itu juga datang, karena memastikan kalau misalnya ada kucing yang masih bisa ditolong,” kata dia.
Ketika pihaknya sampai di lokasi, menemukan kucing yang sakit dan langsung dilarikan ke klinik, namun salah satunya mati.
“Ada dua kucing yang sakit langsung kita larikan ke klinik tapi sampai klinik mati. Mati satu, yang satu masih intensif. Kemudian besoknya satu juga, siang dibawa ke klinik sorenya mati,” tambahnya.
Kemudian, pihaknya juga menemukan tiga bangkai kucing yang disimpan di freezer.
“Cuma yang mati ada rangkaian kematian Februari ada 89 ekor. Tapi beberapa bulan, dia rasanya tidak mau menguburkan langsung satu per satu, lalu di masukkan ke freezer, baru dikubur massal," kata dia.
Ia mengatakan bahwa kondisi kucing-kucing di sana itu sangat mengenaskan, bahkam ada yang mengalami flu, diare hingga berjamur.
“Ya rata-rata memang sakit, pastinya itu kalau dicek darah semua ya pasti parasit darah. Kemudian flu, diare, jamur, yang itu mayoritas seperti itu. Hidup semua tidak terawat,” kata Hening.
Berdasarkan pengakuan pemilik, Hening mengatakan bahwa yang bersangkutan mengaku sebagai cat lover dan punya penampungan kucing.
“Ya, orang bisa bilang cat lover dan mengaku punya shelter punya penampungan, cuma kayak ayok lah. Masa kandang ditumpuk-tumpuk, itu bilang penampungan, kan shelter itu ya besar,” tambahnya.
Saat ini, Hening mengatakan bahwa pihaknya bakal melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Solo.
“Nanti kita lapor ke Polres Solo,” ujarnya.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
