REQNews.com

Korsel akan Kembangkan Jet Tempur KF-21 Jadi Pesawat Siluman Buatan Sendiri

News

Saturday, 16 August 2025 - 20:53

Foto: koreajoongangdaily.joins.comFoto: koreajoongangdaily.joins.com

Seoul, REQNews.com -- Jurnalis Cho Yong-Jun baru saja menurunkan tulisan menarik di situs koreajoongangdaily.joins.com, berjudul Mampukah Korea menjadikan KF-21 sebagai pesawat tempur siluman pertama yang dikembangkan di dalam negeri?

Tulisan itu menarik bagi publik Indonesia karena jet tempur KF-21 Boramae adalah produk karya bersama Korea Selatan (Korsel) dan Indonesia. Korsel berkontribusi 60 persen pembiayaan, Indonesia 20 persen, dan 20 persen lagi ditanggung mitra swasta, termasuk produsen Korea Aerospace Industries (KAI).

Kerjasama ini bukan tanpa masalah. Indonesia berkomitmen melanjutkan kerjasama, tapi soal pembayaran pengembangan yang disepakati kedua negara masih belum terselesaikan. Di Indonesia, proyek KF-21 Boramae tampaknya tak menarik lagi. Di Korsel, KF-21 masih menjadi pembicaraan karena ada tekad untuk mengembangkannya.

Tulisan Cho Yong-jun membuktikan betapa Korsel meningkatkan upaya mengintegrasikan kemampuan serangan darat dan siluman ke dalam jet tempur yang akan dikembangkan di dalam negeri, untuk memperkat keamanan dan ekspor persenjataan.

Defense Acquisition Program Administration (DAPA) mengatakan akan mempercepat rencana peningkatan KF-21, dengan target pengmbangann kemampuan serangan udarake darat pada paruh pertama 2027, atau lebih cepat dari jadwal awal 2028.

KF-21EX, varian Blok III KF-21, siap meningkatkan KF-21 menjadi jet tempur siluman sepenuhnya dengan mengintegrasikan ruang senjata, meningkatkan fungsi siluman, dengan mengurangi penampang radarnya, dan direncanakan akan dikembangkan pada awal 2030-an.


Tonggak Penting

KF-21 Boramae adalah tonggak penting bagi AU Korsel dan industri penerbangan. Korsel sejauh ini mengandalkan jet tempur buatan AS, dengan T-5- Golden Eagle dan FA-5- Fighting Eagle dikembangkan di dalam negeri.

KF-21 bisa menjadi pilihan menarik bagi negara-negara yang tidak dapat membeli jet tempur generasi kelima dari AS karena alasan geopolitik, seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Filipina, dan Peru.

UEA menandatangan pernyataan minat terkait KF-21, April lalu. Arab Saudi tertarik dengan KF-21 dan mungkin menjadi mitra pengembangan bersama, menjadikan pesawat ini jet tempur generasi kelima yang utuh.

Korsel bukan sekedar membuat mesin yang direkonstruksi dengan suku cadang bekas dari AS untuk KF-21. Korsel menargetkan tingkat lokalisasi sampai 65 persen, dengan 600 perusahaan dan produsen suku cadang terlibat dalam produksi.

Hanhwa System, pada 8 Agustus, mengumumkan telah memulai produksi sistem radar AESA untuk KF-21. Radar AESA dikembangkan Badan Pengembangan Pertahanan (ADD) karena AS menolak mentranser teknologi dengan alasan keamanan.

Inti dari KF-21 adalah dua mesin General Electric F414 rancangan AS, pembangkit listrik seperti digunakan F/A-18E Super Hornet. Hanhwa Aerospace menandatangani kesepakatan senilai 400 juta dolar dengan DAPA untuk memproduksi 40 mesin F414 di bawah lisensi.

Presiden Korsel Lee Jae Myung berjanji mengembangkan mesih penerus KF-21 secara lokal.


Setengah Siluman

Saat ini, KF-21 tidak diklasifikasi sebagai jet tempur siluman sejati karena ruang senjata berada di luar pesawat, sehingga rentan terhhadap radar. Namun, KF-21 dirancang sebagai jet siluan dengan meminimalkan penampang radar (RCS) dan memiliki ruang untuk senjata internal.

Jadi, tidak perlu desain eksterio KF-21 dari awal utuk menjadi siluman, karena pesawat ini memang dipersiapkan untuk menjadi siluman hanya dengan perubahan kecil.

Profesor Chang Jo-won di Universitas Dirgantara Korea mengataka tidak efisien memiliki armada yang hanya terdiri dari pesawat siluman. Memiliki ruang senjata di dalam pesawat, lanjutnya, secara signifikan membatasi jumlah dan berat total senjata setiap jet tempur.

KF-21, lanjut profesor degnan spesialis ilmu aeronautika, dirancang sebagai jet tempur semi-siluman, bukan karena kurangnya teknologi yang dimiliki Korea tapi akan legih efektif mengembangkan jet tempur semi siluman yang dapat ditingkatkan menjadi siluman di masa depan.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.