REQNews.com

Geger! Sahroni Respon Kritik Desak Bubarkan DPR, Sebut Mental Tolol Sedunia

News

Saturday, 23 August 2025 - 09:00

Ahmad Sahroni (Instagram @ahmadsaroni88)Ahmad Sahroni (Instagram @ahmadsaroni88)

JAKARTA, REQnews - Kritik rakyat terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diresponse oleh Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Hal ini mengacu pada desakan publik supaya DPR RI dibubarkan terkait aturan gaji dan tunjangan anggota legislatif yang mencapai ratusan juta. 

Sahroni menegaskan jika desakan untuk membubarkan DPR merupakan sikap yang keliru. Ia bahkan menyebut pandangan tersebut sebagai mental orang tolol.

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," kata Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat 22 Agustus 2025.

"Bubarkan DPR, kadang kadang nih ya masyarakat boleh kritik, boleh komplain boleh caci maki, enggak apa apa kita terima, tapi ada adat istiadat yang mesti disampaikan," katanya. 

Adapun wacana pembubaran DPR akan menimbulkan masalah baru karena DPR memiliki fungsi legislasi yaitu pengawasan dan bila tidak ada DPR maka representasi rakyat tidak bisa berjalan. 

"Apakah dengan bubarkan DPR emang bisa meyakinkan masyarakat bisa menjalani proses pemerintahan sekarang ini? Belum tentu. Maka jangan menyampaikan hal hal seenaknya. Bubarkan DPR, jangan. Memang yang ngomong itu rata rata orang yang nggak pernah jadi duduk di DPR," katanya.

Ia menekankan bahwa anggota DPR adalah manusia biasa sehingga bisa salah. 

"Tapi ada cara tata kelola bagaimana menyampaikan kritik yang harus dievaluasi oleh kita. Kita memang belum tentu benar. Belum tentu hebat, nggak. Tapi minimal kita mewakili kerja kerja masyarakat yang mumpuni untuk teman teman masyarakat semuanya," katanya.

 

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.