Lisa Mariana Minta Tes DNA Ulang di Singapura, Begini Tanggapan Polri
JAKARTA, REQNews - Lisa Mariana kembali mengungkapkan keraguannya terhadap hasil tes DNA yang menyatakan anaknya, berinisial CA, tidak memiliki kecocokan dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK).
Lisa mengaku tengah menyiapkan langkah baru dengan berencana menyurati Ridwan Kamil agar bersedia melakukan tes DNA ulang di Singapura.
"Aku kecewa, aku syok. Soalnya benih siapa emangnya? Aku mau bersurat ke RK untuk tes DNA kedua di Singapura," kata Lisa dalam program Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Dikutip Selasa 26 Agustus 2025.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa hasil tersebut merupakan hasil keilmiahan yang telah dilakukan oleh penyelidik.
“Dan tentu apa yang menjadi harapan ya tentu itulah hasil daripada keilmiahan kepakaran yang sudah dilakukan oleh penyelidik untuk secara interprofesi kepakaran,” kata Trunoyudo, kepada wartawan, Selasa 26 Agustus 2025.
Lebih lanjut Trunoyudo mengungkapkan bahwa dalam proses penyelidikan dan proses penyidikan, Polri selalu mengedepankan Scientific Crime Investigation (SCI).
“Scientific Crime Investigation ini kan merupakan perpaduan dari mulai langkah-langkah teknis, taktis secara konvensional dan profesional, kemudian administratif dan juga keilmihan, semua menjadi satu bagian untuk menyimpulkan dari proses penyelidikan,” terang Trunoyudo.
Sementara itu Trunoyudo menegaskan usai hasil tersebut keluar dan yang bersangkutan tak terima, maka pihaknya akan menerima segala masukannya.
“Dan terkait dengan apa harapan ya tentu kita juga sama-sama ini menjadi bagian daripada hak yang bersangkutan. Apa-apa dalam proses sekiranya itu menjadi masukan monggo silahkan. Tetapi satu hal Ini sudah dilakukan secara keilmiahan,” jelasnya.
Sebagai informasi, Bareskrim Polri telah mengungkap hasil tes DNA Ridwan Kamil tidak identik dengan anak Lisa Mariana berinisial CA pada Rabu 20 Agustus 2025.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.